13 PAC Layangkan Mosi Tak Percaya

Administrator
- Rabu, 4 Maret 2015 | 18:48 WIB

Topik yang juga koor­dina­tor pertemuan dengan PAC tersebut menjelaskan, ke-13 PAC yang menarik duku­ngan­nya itu masing-ma­singnya PAC Lubuk Alung, Sintuak Toboh Gadang, Ulakan Tapakis, V Koto Kampuang Dalam dan VII Koto Sungai Sariak. Selan­jutnya PAC Patamuan, Sungai Limau, IV Koto Aua Malin­tang, Sungai Geringging, V Koto Timur, 2x11 Kayutanam, Padang Sago dan 2x11 Enam Lingkung.

“Mosi tidak percaya itu dituangkan dalam surat tertu­lis. Disamping itu, sejumlah pengurus DPC Gerindra Pa­dang Pariaman juga ikut mem­bubuhkan tandatangan dalam surat mosi tak percaya itu,” terangnya.

Dalam mosi tidak percaya itu disebutkan, bahwa Ketua DPC Gerindra Happy Neldy tidak pernah lagi berkoor­dinasi dengan PAC, maupun dengan pengurus DPC untuk membesarkan partai. Hal itu sudah dirasakan sejak yang bersangkutan terpilih sebagai anggota dewan. Kemudian, Happy Neldy juga tidak per­nah menyampaikan dan men­distribusikan ke­uangan partai yang bersumber dari bantuan Pemkab Padang Paria­man melalui Kesbangpol dan Lin­mas, serta keuangan fraksi.

Dalam surat yang juga telah dilayangkan ke DPP Partai Gerindra itu lanjut Topik, Happy Neldy juga tidak per­nah me­ngacu kepada AD/ART, selaku pegangan partai dalam setiap mengambil ke­bijakan. Kemudian, Happy Neldy tidak pernah mendis­tribusikan dana operasional yang diberikan DPP untuk DPC dalam peme­nangan pasangan Prabowo-Hatta pada Pilpres lalu.

“Surat mosi tak percaya itu telah sampai dan diterima salah seorang Ketua DPP Par­tai Gerindra, FX Arifpo­yuo­no. Surat itu juga telah dise­tujui Syuir Syam selaku Ketua DPD Partai Gerindra Suma­tera Barat,” kata Topik.

Ketua DPC Partai Gerin­dra Padang Paria­man, Happy Neldy saat dikonfirmasi Ha­luan mengatakan, dirinya me­ngakui jika mosi tidak percaya yang disampaikan PAC itu bohong belaka. Happy Neldy juga menyebut, jika langkah tersebut telah ditunggangi oleh orang-orang yang punya ke­pentingan dalam Pilkada Pa­dang Pariaman mendatang.

“Dalam Partai Gerindra, yang berhak melakukan revita­lisasi itu adalah ketua dan sekretaris. Dan lagi, orang yang membocengi mosi tak percaya itu tidak pakai surat mandat dari DPP Partai Gerindra. Mereka bicara DPC tidak melakukan konsolidasi, itu sama sekali tidak betul. Bah­kan, kita baru saja melakukan Rapat Kerja Cabang (Raker­cab) di KPNG Lubuk Alung,” kata Happy Neldy.

Happy Naldi yang turut didampingi Wakil Ketua DPC Gerindra, Ramli menyam­pai­kan, dirinya juga mengaku baru saja bertemu dengan Ketua DPW Gerindra Sum­bar, Syuir Syam. “Ketua DPW (Suir Syam, red), bahkan mem­ban­tah ten­tang adanya reko­mendasi dari DPP tersebut,” kata Ramli.

Bahkan Ketua DPW im­buh Happy Neldy, juga telah menginstruksikan agar pe­ngurus melakukan rapat kon­silidasi dengan se­lu­ruh pe­ngurus DPC dan PAC. “Adakan rapat konsolidasi, nanti saya akan jelaskan,” ujar Ram­li menirukan intruksi Suir Syam. Happy Neldy juga me­nan­daskan, jika orang-orang yang ikut mosi tidak percaya itu, adalah jajaran PAC yang tidak mau melakukan revi­talisasi, khu­susnya sekaitan instruksi pembentukan ke­pengurusan partai di tingkat nagari. (h/ded)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Nagari Sungai Batang Agam Masuk 5 Terbaik ADWI 2021

Rabu, 8 Desember 2021 | 15:05 WIB

India Jadi Tujuan Ekspor Utama Sumbar

Rabu, 8 Desember 2021 | 13:55 WIB
X