Rampok Mengganas Lagi di Solok

- Rabu, 4 Maret 2015 | 19:08 WIB

Dari catatan Haluan, pel­aku pada dua peristiwa peram­pokan sama-sama meng­gu­nakan sepeda motor dan ber­aksi saat matahari masih ber­sinar atau sebelum malam. Selain itu, pelaku sama-sama menggunakan senjata api. Apa­kah keduanya saling terkait? Belum ada kejelasan karena kepolisian setempat belum bisa menyimpulkan

Kapolres Solok Kota AKBP Guntur Hindasyah SIK, SH, MH melalui Kasat Reskrim AKP Rona Tam­bu­nan mengaku belum bisa ber­komentar soal kaitan dua peris­tiwa tadi. “Kami masih mela­kukan penye­lidi­kan,” katanya.

Menurut Rona,  perampok sebelum mengambil uang ter­le­bih dahulu menembak ban belakang mobil korban dengan menggunakan senjata rakitan. “Senjata yang digu­nakan pe­rampok itu bukan senjata api, melainkan senjata rakitan menyerupai pistol. Ke­sim­pulan ini diambil berdasarkan peluru yang ditemukan di dalam ban mobil tersebut,”kata Rona Tambunan.

Dijelaskannnya, peluru yang terdapat dalam ban mobil itu berupa peluru seperti jari jari sepeda yang ada lobang di tengah tengahnya. Peluru ini sengaja dibikin dengan tujuan hanya untuk mengempeskan mobil Kijang No Pol  BA 1511 A yang dikemudikan Zulkifli.

“Bukan untuk membunuh kor­ban. Setelah menembak ban mobil, kawanan bandit ini akan mengikuti mobil korban dari belakang sambil menunggu ban mobil korban benar benar kempes. Kemudian baru mere­ka ambil uang saat korban lengah.

Informasi yang dikumpulkan Haluan, korban yang warga Kelu­rahan Kandang Rimau Sijunjung di lokasi kejadian mengatakan, ia baru saja menjual biji emas milik adiknya yang bernama Ismail serta milik tetangganya, Khadir di toko emas H. Damrah Pasar Raya Solok sebanyak 560 gram.

Pedagang emas toko H.Damrah membayar emas itu dengan meng­gunakan cek. Kemudian cek itu dicairkan oleh Zulkifli di Bank BNI Kota Solok. Lalu, uang sebesar 280 juta  dibawanya ke Sijunjung dengan menggunakan mobil. Belum jauh ia berjalan, tepatnya di perlin­tasan kereta api Nagari Saok Laweh, tiba tiba ban mobil belakang sebelah kiri kempes. Menyadari ban mo­bilnya kempes, Zulkifli berhenti di tempat tambal ban terdekat.

Untuk mempercepat proses pe­nam­balan ban itu,ia ikut mem­bantu membuka ban. Ketika ia sedang asyik menaikkan dongkrak, tiba tiba ia mendengar pintu mob­il­nya ditutup orang secara kasar. Lantas ia keluar dari kolong mobil dan bergegas menuju pintu mobil­nya itu untuk memastikan kebera­daan uangnya yang disimpan di dalam mobil. Namun Zulkifli sudah terlambat, ia hanya bisa melihat uangnya ditenteng seorang peram­pok sedang me­nye­berang jalan. Sementara itu di sebe­rang jalan, sudah ada seorang rampok lagi yang sudah siap menunggu dengan sepeda motor.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

PLN Mobile Goes to School di MAN 1 dan 2 Bukittinggi

Selasa, 21 September 2021 | 11:47 WIB

Pembangunan Reservoar di Pariaman Dimulai

Selasa, 21 September 2021 | 11:28 WIB

Excavator Rusak di TPS Pariaman Belum Tersentuh Perbaikan

Selasa, 21 September 2021 | 10:03 WIB
X