SR dan NC Anggap Jual-Beli Eks Rumdis Bupati Solok Prosedural

- Jumat, 6 Maret 2015 | 19:18 WIB

Tanah eks Rumah Dinas  Bupati Solok itu luasnya 2.732 M2. Dijual  dengan harga Rp4.518.000.000. Sedangkan harga lelang yang dibuka Pani­tia Lelang Pemkab Solok seba­gaimana yang tertera dalam pengu­muman Rp4.500.000.000. Kasus ini sampai ke KPK karena diduga harga jualnya terlalu rendah. Sebagai perbandingan, Gedung Bioskop Karya dengan luas tanah 2.300 M2 yang berjarak hanya sekitar 100 meter dari eks lahan dan rumah dinas bupati dijual Rp7,6 miliar.

NC selaku pembeli membantah, pembelian lahan yang saat ini telah berdiri NC Plaza itu,  menyalahi prosedur dan ketentuan dalam proses jual belinya. “Kita telah melalui proses lelang dan ketentuan serta persyaratan yang diajukan kantor lelang negara juga telah kita penuhi,” kata Nofi Candra menja­wab Haluan via selulernya.

Pihaknya juga membantah bah­wa proses lelang yang dilakukan pada tahun 2011 lalu itu dilakukan secara diam-diam. Karena selaku calon pembeli, pihaknya menge­tahui adanya lelang eks rumah dinas Bupati Solok itu ketika melihat iklannya di sejumlah media massa terkemuka di Sumbar. “Saya tidak ingat pasti tanggal berapa iklannya. Namun yang pasti iklannya ada di sejumlah media, salah satunya ha­rian Haluan,” jelasnya.

Pihaknya bahkan mengetahui calon pembeli lain hanya satu selain dirinya, ketika hari dilaksanakannya proses lelang di Dinas Pendapatan Pengelolaan keuangan dan Asset (DPPKA) pemkab Solok. “Kami ha­nya mendapat telepon dari pihak kan­tor lelang tentang jadwal pelak­sanaan le­lang. Kami juga tidak tahu kalau ca­lon pembelinya hanya ada dua orang, karena kita juga tidak dapat informasi tentang calon pem­b­eli,” katanya.

Sedangkan terkait harga yang dianggap terlalu murah, Nofi me­nye­butkan pihaknya hanya meng­i­kuti standar harga yang telah dite­tapkan dan tercantum pada lem­baran lelang. “Kalau masalah harga, kita hanya mengikuti standar harga yang ditetapkan,” jelasnya.

Terpisah,  Bupati Solok Syamsu Rahim yang dikonfirmasi via selu­lernya menyebutkan penjualan lahan dimaksud telah melalui proses dan ketentuan sesuai aturan dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. “Semua ketentuan tentang lelang aset telah kita lalui. Pelak­sanaan lelang juga dilakukan oleh kantor lelang negara,” jelasnya.

Bahkan secara hukum, pihak pengadilan negeri Solok juga telah memutuskan gugatan yang dilayang­kan oleh sejumlah ninik mamak suku nan balimo kota Solok ini dinyatakan NO. “ Termasuk in­ter­vensi yang dilayangkan oleh Wali­kota Solok,” ungkapnya.

Bersamaan dengan itu, pihaknya bahkan telah melalui proses peme­riksaan dan penyidikan yang dila­kukan oleh aparat penegak hukum mulai dari pihak kepolisian, kejak­saan bahkan KPK. “Semua yang terkait dengan masalah ini juga telah diperiksa. Kalau  hasil penyi­dikan­nya silahkan tanya kepada penyi­dik,” beber Syamsu Rahim.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Ir. Jetson, MT Dilantik jadi Pj Sekda Agam

Senin, 25 Oktober 2021 | 14:42 WIB

Manajemen PLN UIW Sumbar Kunjungi PLTM Salido Kecil

Senin, 25 Oktober 2021 | 09:07 WIB

Bupati Sutan Riska Disambut Hangat di Sumatera Selatan

Minggu, 24 Oktober 2021 | 23:09 WIB
X