DBD Berjangkit di Singkarak

- Minggu, 8 Maret 2015 | 20:00 WIB

Peristiwa tersebut membuat Amrilzal dan keluarganya terpukul. Dengan sedikit terbata-bata dia menceritakan kondisi Lani yang awalnya menderita demam dan panas. Untuk memberikan per­to­longan Amrilzal dan istrinya Lin sempat membawa anaknya ke salah satu klinik dokter yang ada di Kota Solok. Namun karena demam dan panas yang cukup tinggi, dokter menya­rankan agar Lani dirujuk untuk menjalani perawatan yang lebih intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solok. ‘Saya merasa takut ketika anak saya divonis menderita demam berdarah,” ujar Amrilzal singkat dengan mata berkaca-kaca men­jawab Haluan di kediamannya Minggu (8/3)

Lani yang masih bersekolah di Taman Kanak-Kanak (TK) di dekat rumahnya itu, merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Sebe­lum meninggal Lani sempat men­jalani perawatan selama 4 hari di RSUD Solok. Namun selama men­jalani perawatan tersebut, ter­nya­ta penyakit Lani semakin parah se­hingga gadis kecil yang terkenal lincah dan periang inipun terpaksa harus dirujuk ke Rumah Sakit M. Djamil Padang untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

Mendengar kondisi kesehatan Lani yang semakin memburuk dari dokter yang merawatnya di RSUD Solok, Amrilzal tidak bisa tenang. Apalagi dia harus menerima kenya­taan dari dokter di RSUD Solok untuk kembali merujuk Lani ke rumah sakit M. Djamil Padang karena kondisi kesehatannya yang kian parah.

Tak ada pilihan lain bagi Am­rilzal yang sehari-hari bekerja seba­gai Kepala Jorong Kubang Gajah Nagari singkarak itu, selain mem­bawa anak perempuan satu-satnya ini, ke rumah sakit M. Djamil Pa­dang demi kesembuhan Lani. Na­mun, gadis yang dikenal lucu ini, tak mampu bertahan dari deraan pe­nyakit DBD yang terus meng­gerogoti trambosit darahnya.

K­ondisi fisiknya Lani terus me­nu­run dan melemah, akhirnya me­ninggal dunia. “Baru beberapa jam dirawat, anak saya meninggal,” kenang Amrilzal yang sempat me­ngen­dong putrinya ke pandan pa­kuburan itu.

Malam itu juga jasad Lani lang­sung dibawa ke rumah duka di Jorong Kubang Gajah, Nagari Sing­karak untuk disemayamkan.

Wali Nagari Singkarak Arman menyebutkan selain Lani, memang ada beberapa masyarakatnya yang terserang penyakit DBD. Dan pihak nagaripun telah melayangkan surat kepada pemerintahan Kabupaten Solok melalui Dinas Kesehatan untuk segera menyikapi dan me­ngam­bil tindakan atas kasus DBD yang me­nyerang masya­rakatnya dengan segera melakukan fogging di lokasi-lokasi yang dikhawatirkan menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti.

Pihak nagari sendiri baru men­dapatkan balasan surat pada hari Minggu (8/3) untuk menghadiri kegiatan sosialisasi penanggulangan penyakit DBD.  Dari informasi yang didapat, ada sejumlah warga nagari Singkarak yang menderita penyakit demam dengan panas tinggi. Di antaranya Presko, (6), Yuki, (4), Eli,  (55),ý Danesa, (2), Usnah (4),Ara, (3), Sakira, (2), dan Anggi (13) mereka sempat dirawat karena menderita demam dan panas tinggi. ” Kita cemas bila penularan DBD makin meluas,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Ir. Jetson, MT Dilantik jadi Pj Sekda Agam

Senin, 25 Oktober 2021 | 14:42 WIB

Manajemen PLN UIW Sumbar Kunjungi PLTM Salido Kecil

Senin, 25 Oktober 2021 | 09:07 WIB

Bupati Sutan Riska Disambut Hangat di Sumatera Selatan

Minggu, 24 Oktober 2021 | 23:09 WIB
X