Wako Solok Dipanggil KPK

- Minggu, 8 Maret 2015 | 20:04 WIB

Untuk mengungkap misteri di balik penjualan aset negara itu, KPK akan meminta keterangan kepada beberapa orang saksi, di antaranya Walikota Solok, Irzal Ilyas dan Wakil Walikota Solok, Zul Elfian SH MSi.  Menanggapi permintaan KPK ini, Walikota Solok Irzal Ilyas mengaku siap untuk memenuhi undangan KPK.

“Agar persoalan ini menjadi jernih, demi masyarakat Solok saya akan memenuhi per­min­taan KPK untuk datang ke Kota Padang pada Hari Kamis tanggal 13 Maret besok. Dan saya akan beberkan semua fakta yang ada,” ujar Irzal Ilyas, di So­lok, Sabtu (7/3).

Dikatakannya, KPK juga me­manggil Wakil Walikota Solok Zul Elfian. Zul Elfian untuk datang ke Kota Padang hari Selasa (10/3). Sebagai ulil amri dan panutan warga, Irzal sangat yakin wakilnya itu akan berbuat yang sama dengannya.

Irzal Ilyas mengaku sangat me­nye­salkan tindakan Pemerintah Ka­bupaten Solok yang telah menjual tanah dan rumah eks kantor bupati itu secara diam-diam dengan harga yang sangat murah. Di samping itu, Pemerintah Kota Solok sendiri sangat membutuhkan tanah tersebut dan ingin membeli semua aset Ka­bupaten Solok yang berada di Kota Solok  dengan harga yang wajar. Terutama aset Kabupaten Solok yang sudah tak terpakai lagi.

Pemerintah Kota Solok sendiri, kata Irzal, telah mengajukan tawaran peralihan hak atas tanah dan bangu­nan milik Pemerintah Kabupaten Solok yang sudah tak terpakai itu pada tanggal 25 Oktober 2010 lalu. Ada enam  lokasi yang ditawar ketika itu, dan semuanya berhasil dilakukan tukar menukar atau ruis­laag.

Sementara eks  rumah dinas bupati itu sendiri, ketika itu memang tidak termasuk dalam penawaran, karena rumah itu masih diman­faatkan oleh Pemkab Solok sebagai kantor Diklat. Dan rencananya Pemko Solok akan mengajukan penawaran apabila eks rumah bupati itu tak lagi dimanfaatkan oleh Pem­kab Solok.

Sebagai langkah persiapan untuk memiliki aset itu, Pemko Solok bahkan telah menganggarkan dana untuk pembelian tanah tersebut dalam APBD Kota Solok tahun 2011.

Akan tetapi apa yang terjadi, kata Irzal, tiba-tiba sudah beredar saja kabar bahwa tanah eks rumah dinas bupati sudah dibeli oleh Nofi Can­dra. Kabar ini menyebar luas dengan cepat dan menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat. Ma­sya­rakat Solok mulai bereaksi, terutama dari kalangan pemangku adat yang merasa tertipu dengan adanya transaksi penjualan ini.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Kapolda Sumbar Buka Diktuk Bintara Polri TA 2021

Senin, 26 Juli 2021 | 21:45 WIB
X