Jenazah Fiqih Sampai ke Rumah Duka

Administrator
- Senin, 9 Maret 2015 | 18:58 WIB

Memang tempat kejadian peristiwa (TKP) tidak di Kom­plek Mega Permai I yang me­ru­pakan rumah kakek korban, tetapi sebelum pindah ke Sitiung I Blok B, pelaku ber­sama selingkuhan dan korban ia berdomisili di MP I Gunung Medan.

Sambil meratap dan me­ngaji, di rumah kontrakan berukuran 6 X 8 meter itu, ibu korban bercerita kepada te­tangga tetangga yang tiba me­layat, awalnya kata ibu korban, anak itu (korban) minta nasi untuk makan, kemudian ibu korban mengambil piring, tapi pelaku merampas piring itu dan membanting piring, ke­mudian pelaku langsung me­nendang korban, kemudian satu tangan dan satu kaki kor­ban di angkatnya dan di­ban­ting ke kamar mandi.

Dengan bercucuran air mata, ibu korban terus ber­cerita ke­pada Haluan, setelah anak itu dibantingnya, anak itu masih hidup dan mengelepar seperti ayam kena potong, melihat anak itu masih hidup ulas ibu korban, si pelaku kembali mendekati korban dan kembali mengang­katnya dan merendam korban ke dalam bak mandi, setelah di rendam­kannya, ibu korban mengang­kat korban dari dalam bak mandi, ternyata korban me­nge­luarkan darah dari hidung dan mulutnya.

Bahkan kata kakek korban, cucu satu satunya itu sebelum dicelupkannya terlebih dahulu di berinya Balsem di sekujur tu­buhnya, kemudian baru di­ce­lup­kan­nya ke dalam bak mandi, setelah diangkat kem­bali, korban sudah meng­eluar­kan darah de­ngan mulut berbusa.

Ketika ditanya apakah ibu korban tidak menghalangi perbuatan bejat pelaku itu, ia sebelumnya sudah diancam pelaku akan dibunuh kalau berteriak, bahkan pelaku me­nge­luarkan kata kata, jangan­kan kamu, orang tua saya saja saya bunuh, kata ibu korban menirukan perkataan pelaku.

Setelah anaknya tidak ber­gerak lagi, kemudian pelaku membawa korban ke Pus­kes­mas Sitiung I Blok B yang tidak jauh dari kediamannya, penga­kuan pelaku sambil me­ngan­cam selingkuhannya, ja­ngan sampaikan yang se­benar­nya, katakan saja jatuh dari ayunan, kata ibu korban kem­bali me­nirukan ancaman pelaku.

Kemudian pelaku pergi menemui kakek korban di Komplek Mega Permai I untuk memberitahukan bahwa cu­cunya terjatuh dan saat ini di rawat di Puskesmas.

Tetapi pihak Puskesmas tidak menerima begitu saja, karena korban mengalami luka memar yang cukup ban­yak dan seperti sehabis di aniaya, de­ngan cepat pihak Puskesmas langsung meng­hubungi pihak Polsek Koto Agung.

Tidak pikir panjang, pihak Kepolisian langsung me­me­riksa ibu korban bersama selingkuhannya itu, setelah diproses, akhirnya keduanya mengakui kejadian yang se­benarnya dan ibu korban di perbolehkan pulang sementara pelaku ditahan di tahanan Polres Dharmasraya.

Sementara korban Faqih, dilarikan ke salah satu rumah sakit di Padang dengan meng­gunakan ambulan Puskesmas, pada Sabtu (7/3), namun infor­masi yang dirangkum Haluan, tidak satupun pihak keluarga korban yang menungguinya, hal itu terbukti ketika Haluan menunggu mayat korban di rumah duka, yang turun dari ambulan hanya petugas ber­baju DVI Polda Sumbar, sam­bil menurunkan mayat korban yang sudah terbungkus dengan kain dan sudah dikafani. (h/mdi/mg-zf)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Nagari Sungai Batang Agam Masuk 5 Terbaik ADWI 2021

Rabu, 8 Desember 2021 | 15:05 WIB

India Jadi Tujuan Ekspor Utama Sumbar

Rabu, 8 Desember 2021 | 13:55 WIB
X