Penertiban Angdes Berbuntut Penganiayaan

- Rabu, 11 Maret 2015 | 19:50 WIB

Sejak sepekan lalu, me­mang terjadi keributan antara pengemudi Angdes dengan pengemudi Angkot di Sim­pang Apar terkait wilayah operasi mereka.

Saat dilakukan penertiban Angdes yang dilarang masuk kota kemarin, terjadi keributan para sopir Angdes dengan salah seorang aparat TNI yang se­dang berjaga. Cekcok antara sopir Ang­des dan oknum Ko­dim 0308, berbuntut dilaku­kannya aksi mogok kembali oleh para sopir di Simpang Apar. Hak mereka terasa tera­baikan. Koordinataor aksi dipimpim lagi oleh Rinaldi, ketua Angdes arah utara.

Aksi damai yang mereka lakukan berlangsung  hingga sore hari, namun saat para sopir sedang lengah karena letih oleh sengatan matahari, berkisar pukul tiga sore, Ri­naldi diserang dengan sebilah parang oleh seseorang yang kemudian diketahui berinisial JM  di lokasi mogok, sehingga ia harus dilarikan ke ruang IGD RSUD Pariaman.

Menurut saksi mata yang merupakan sopir Angdes ini­sial BE, seseo­rang temannya,  datang ke lokasi mogok dan  ketua membubarkan aksi, namun Rinaldi menang­ga­pinya ­sinis dan sempat ribut.

Kejadian ini didengar para sopir Angdes. Mereka kemu­dian mengejar JM yang mela­rikan diri. Mobil JM dilempari dengan batu oleh pengemudi Angdes. JM mengancam akan kembali untuk me­nuntaskannya.

Berselang setengan jam kemudian ternyata JM me­mang datang kembali dengan membawa anggota tambahan sebanyak lima orang.  Tiba-tiba  tiba-tiba salah seorang menyerang ketua de­ngan batu, karena mengelak Rinaldi sempat terpeleset dan satu buah batu mengenai kepalanya.

“Di saat ia terjatuh kami mencegat dua orang yang me­nyerang tadi,” lanjut BE. Ke­sempatan inilah digunakan JM untuk menyerang Rinaldi de­ngan sebilah parang panjang. Untung aparat masih ada di lokasi dan polisi sempat mem­bunyikan tembakan ke atas untuk mencegat kebru­talan pelaku pembacokan. Infor­masi pihak kepo­li­sian, pelaku penyerangan de­ngan parang berinisial JM su­dah dia­ma­n­kan di Polresta Pariaman.

Kadishub Kota Pariaman Agus Riatman di ruang kerja­nya mengatakan bahwa pihak Dishub terpaksa melibatkan aparat TNI dalam melakukan penertiban, karena pihak kepo­lisian dan Dishub sudah kewa­lahan menghadapi prilaku para sopir Angdes yang sudah melewati batas.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Sumbar Butuh Tambahan Vaksin Covid-19

Minggu, 25 Juli 2021 | 18:40 WIB
X