Pasien Suspect Difteri Bukittinggi Membaik

- Kamis, 12 Maret 2015 | 19:09 WIB

Sebelum pasien suspect difteri itu dirawat, korban bersama keluarga sempat berlibur ke Kota Padang pada Januari 2015 lalu. Namun korban bersama keluarga hanya bermain ke Pantai Padang, dan itupun hanya dilakukan dalam waktu singkat. Mereka berangkat pagi dari Kota Bukittinggi menuju Padang, sementara siangnya mereka kembali ke Kota Bukittinggi.

“Katanya, korban pernah ke Pantai Padang bersama keluarganya, dan dari keterangan DKK Padang, katanya kawasan Pantai Padang ada endemisnya. Tapi belum bisa dipastikan apakah ini memang jadi penyebabnya,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Bukittinggi Syofia Dasmauli.

Syofia Dasmauli mengungkapkan, pihaknya telah melakukan peninjauan terhadap pasien suspect difteri yang dirawat di RSAM Bukittinggi dan telah melakukan pemeriksaan lebih lanjut.  Dari gejala awalnya menurut Syofia memang ada indikasi korban idap difteri. Namun untuk memastikannya, menurutnya masih menunggu hasil kultur di laboratorium.

“Butuh waktu sekitar dua hingga tiga minggu untuk menunggu hasil kultur dari pemeriksaan labor di Padang. Sebelum hasil kultur itu keluar, anak itu harus tetap di rawat di Ruangan Isolasi. Nanti kalau sudah hasilnya keluar, kami akan memberi keterangan kepada wartawan,” ujar Syofia.

Syofia melanjutkan, jika nantinya anak itu negatif difteri, maka pasien itu diperbolehkan pulang, karena kondisinya sekarang jauh lebih membaik. Namun jika hasilnya positif, maka DKK Bukittinggi akan melakukan imunisasi massal.

Sementara itu, Walikota Bukittinggi Ismet Amzis meminta kepada warga kota untuk waspada terhadap penyakit difteri yang saat ini sudah menjangkiti warga Kota Padang dan Bukittinggi.

“Kami meminta kepada warga kota untuk mewaspadai penyebaran penyakit difteri. Karena difteri merupakan penyakit yang harus diwaspadai dan sangat berbahaya,” ujar Walikota Bukittinggi ketika melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Syofia Dasmali beserta Kepala Puskesmas Se-Kota Bukittingi di Kantor Dinas Kesehatan setempat, Kamis (12/3).

Menurutnya, selain pemberian imunisasi secara menyeluruh, masyarakat diharapkan  berperilaku hidup bersih dan sehat dengan memberikan ASI eklusif, menimbang Balita setiap bulan, menggunakan air bersih, menggunakan jamban sehat serta makan buah dan sayur setiap harinya. Usahakan jangan berpergian ke daerah yang sedang berjangkit wabah difteri. Dan jika batuk hendaknya menutup dan jangan membuang ludah sembarangan.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Ir. Jetson, MT Dilantik jadi Pj Sekda Agam

Senin, 25 Oktober 2021 | 14:42 WIB

Manajemen PLN UIW Sumbar Kunjungi PLTM Salido Kecil

Senin, 25 Oktober 2021 | 09:07 WIB

Bupati Sutan Riska Disambut Hangat di Sumatera Selatan

Minggu, 24 Oktober 2021 | 23:09 WIB
X