Polres Pariaman Tetapkan Dua Tersangka

Administrator
- Kamis, 12 Maret 2015 | 19:10 WIB

“Dalam kasus tindakan penganiayaan dan pem­baco­kan yang terjadi Rabu petang di Desa Simpang Apar Keca­matan Pariaman Utara, tim penyidik Polresta Pariaman untuk sementara telah mene­tapkan dua tersangka dengan perannya masing-masing, pe­laku utama berinisial JM (58) dan M (47), mereka meru­pakan aktivifis di Lembaga Swadaya Masyarakat Metropol Indoneseia,” ujar Gandung D Wardoyo, Kapolres Pariaman, di dampingi Wakapolres dan Kabag Ops pada awak media diruang kerjanya, Kamis (12/3).

Gandung meneruskan, mo­tif pelaku hanya emosi sesaat karena pelaku men­dengar per­ka­taan dari korban yang me­nyinggung harga diri pelaku dan merasa dilecehkan. Sedangkan  Pasal yang dike­nakan pada kedua tersangka yakni pasal 351 ayat 2 KUH Pidana jo pasal 170 KUH Pidana tentang pengero­yokan dan penganiayaan.

Untuk JM, dikenakan pa­sal berlapis undang-undang darurat No.12 tahun 51 peng­gunaan Sajam (Senjata tajam) dan begitu juga M dikenakan pasal berlapis 187 jo pasal 53 tentang percobaan pem­bakaran terhadap korban. Ke­dua­nya terancam kurungan di atas 10 tahun penjara, dengan BB (Barang Bukti) 1buah mobil Kijang warna merah, celurit, batu, dan satu buah jerigen yang masih berisi bensin.

Kondisi kantibmas ber­hasil dipulihkan, pasca keja­dian aparat mengambil tinda­kan tegas dengan membu­barkan massa, kemudian me­ngawal para sopir Angdes untuk pulang kerumah ma­sing-masing, melewati jalur alternatif Desa Cubadak Air, serta para sopir akan berhenti menambang selama tiga hari.

“Pihak Kepolisian terus melakukan pengembangan dan pendalaman kasus, berda­sarkan keterangan dari saksi kemungkinan tersangka akan bertambah, karena para pelaku pengeroyokan masih satu ke­luaraga, yang merupakan anak-anak dari tersangka JM, yang memang sengaja dibawa untuk memyerang R di lokasi kejadian,” ulas Gandung.

Untuk menghindari kon­flik dan aksi balas dendam lanjut Gandung, pihak kepo­lisian telah berkoordinasi dengan intel TNI setempat, dan telah di lakukan antisipasi dengan melakukan penjagaan di titik rawan, salah satunya di Simpang Apar, kemudian me­nyebar beberapa intel di bebe­rapa daerah yang dinilai rawan, seperti Desa Naras yang meru­pakan kampung Tersangka yang berdekatan dengan Kam­pung Korban R, Nagari Kam­pung Dalam. (h/mg-man)

Editor: Administrator

Terkini

Sekda Agam Buka Jambore Anak Disabilitas

Minggu, 5 Desember 2021 | 11:15 WIB

Gunung Semeru Meletus, Gubernur Sumbar Kirimkan Doa

Minggu, 5 Desember 2021 | 06:15 WIB

Kota Sawahlunto Dapat Dua Penghargaan dari JKPI

Sabtu, 4 Desember 2021 | 19:11 WIB

Wakapolda Tinjau Sumdarsin di Polda Sumbar

Sabtu, 4 Desember 2021 | 18:43 WIB
X