Warga Kawasan Wisata Mandeh Harus Kuasai Kuliner Asing

Administrator
- Jumat, 13 Maret 2015 | 19:22 WIB

“Kedepan rencananya kawasan ini akan menjadi Kawasan Wisata Laut Nasional, dan tentu ada peluang untuk mengembangkan usaha bagi masyarakat setempat salah satunya usaha kuliner,” katanya. Terkait hal itu menurut Nasrul Abit saat ini Pemkab Pessel sedang berupaya meingkatkan kapasitas masyarakata setempat dengan sejumlah pelatihan.

“Kemudian bagi masyarakat setempat dan kelompok pengelola wisata diberikan pelatihan dan kursus. Misalnya kursus bahasa Inggris bagi masyarakat yang akan berhubungan langsung dengan tamu dan wisatawan,” katanya.

Lalu menurutnya, juga ada pelatihan masak-memasak ber­bagai kulier bagi warga setempat. Jenis masakan yang dilatih ber­aneka ragam, baik masakan lokal dan masakan luar negeri. Tujuan­nya, pengelola dan masyarakat kawasan wisata dapat memenuhi kebutuhan makanan bagi pe­ngun­jung Mandeh.

Kepala Dinas Pemuda Olah Raga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pesisir Selatan, Gunawan menyebutkan, Mandeh merupakan sebuah kawasan wisata yang se­belumnya telah masuk Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Nasional tahun 2004 lalu. Nama itu kemudian populer keelokan kawasannya.Teluknya besar dan mengungkung kawasan laut dan pulau ditengahnya yakni Pulau Taraju, Pulau Setan Kecil, Siron­jong Besar dan Kecil serta sebuah pulau yang menjadi icon Mandeh yakni Pulau Cubadak.

Menurutnya, Kawasan Wisata Mandeh merupakan salah satu destinasi wisata dunia. Di sana terdapat spot diving dengan kein­dahan bawah laut menakjubkan. Pemandangan bawah laut juga dipercantik bangkai kapal Belanda Boelongan. “Kawasan Mandeh memiliki keindahan terumbu karang yang tidak kalah dengan tempat lain karena terdapat sekitar 70 hektre terumbu karang yang masih terawat. Selain itu terdapat hutan mangrove seluas 400 hektare serta berbagai biota laut yang beraneka ragam,” ungkapnya. (h/har)

Editor: Administrator

Terkini

Kasus HIV/AIDS di Bukittinggi Turun

Rabu, 1 Desember 2021 | 21:30 WIB
X