Masyarakat Diminta Ikut Mengawasi

Administrator
- Jumat, 3 April 2015 | 19:36 WIB

Oleh karena itu, partisipasi masyarakat dalam pengawasan sangatlah dibu­tuhkan,” kata Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Elly Yanti saat sosialisasi pengawasan partisipatif pemilihan gubernur, bupati dan walikota tahun 2015 di Hotel Taufina Solok, Kamis (2/4). Lebih jauh ia me­nga­takan, saat ini kesadaran ma­sya­rakat dalam me­lakukan pengawasan sangat ren­dah. Ren­dahnya kesa­daran ini, tak terlepas dari minimnya per­lin­dungan atau jaminan kea­manan bagi masyarakat yang mela­porkan pelanggaran. Bah­kan tak jarang mereka men­da­pat intimidasi.

Namun demikian, sikap apa­tis masyarakat juga tak bisa dibiarkan berlarut larut. Karena ini dapat menyebabkan hilang­nya kepercayaan masyarakat terhadap Pilkada dan sangat berpotensi menghasilkan kon­flik kekerasan.

Dampak lain dari apatisme ini adalah, Pilkada tak mampu menghasilkan pemimpin yang memiliki kapasitas yang mum­puni dan legitimasi poli­tiknya patut diragukan. Pemim­pin yang dihasilkan besar ke­mungkinan saat menjalankan tugas tak lagi berorientasi pembangunan atau ber­pihak kepada rakyat, me­lainkan ber­orien­tasi profit dalam se­mangat me­ngem­balikan modal.

Untuk itu, kata Elly, masya­rakat harus ikut memantau pe­lak­sanaan Pilkada untuk me­mas­tikan Pilkada itu berlang­sung sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Masya­rakat harus ikut mencegah terja­dinya politik uang dan pelang­garan Pilkada lainnya, sesuai de­ngan peran sosial masing masing.

“Agar Pilkada dapat me­nga­silkan pemimpin politik yang sesuai dengan aspirasi terbesar rakyat, maka masyarakat harus punya keberanian untuk me­laporkan pelanggaran Pilkada,” ujar Elly. (h/eri)

Editor: Administrator

Terkini

TP-PKK Agam Studi Komparatif ke Jambi

Selasa, 7 Desember 2021 | 20:56 WIB

Ketua PKK Kota Pariaman Serahkan Insentif Dasawisma

Selasa, 7 Desember 2021 | 17:45 WIB

Bupati Agam: LGBT Ancaman Bagi Generasi Harapan Bangsa

Selasa, 7 Desember 2021 | 15:02 WIB
X