Perda Karamba di Maninjau Belum Terealisasi

Administrator
- Rabu, 29 April 2015 | 20:11 WIB

Asrizal meminta Pemerintah Kabupaten Agam untuk menertibkan keramba apung yang ada, agar potensi matinya ikan secara ber­samaan dalam waktu yang sama, tidak terjadi lagi.

“Kami berharap Perda itu segera diim­plementasikan. Tertibkan keramba yang ada di danau dan terapkan sanksi yang diatur dalam Perda tersebut,” tegas Asrizal, Rabu (29/4).

Tidak hanya Danau Maninjau, kata As­rizal, namun Danau Singkarak di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok juga menjadi perhatian pihaknya. Karena beberapa waktu lalu ikan yang ada di dalam danau itu mati mendadak.

Berdasarkan pantauan pihaknya, di Danau Singkarak tidak begitu banyak keramba apung dibandingkan dengan di Danau Maninjau. Namun Danau Singkarak juga rentan terjadi pencemaran air.

“Danau Singkarak juga tidak cocok untuk kegiatan perikanan keramba. Karena dipinggir danau itu ada predator. Jadi kalau untuk mendirikan keramba, pengusaha keramba harus meletakkan kerambanya lebih ke tengah,” jelasnya.

Meski demikian, ia juga mengingatkan agar ada pembatasan kegiatan keramba tersebut. Pasalnya, danau tersebut juga rentan tercemar. Apalagi beberapa waktu lalu juga pernah ikan mati dengan jumlah yang banyak, yang disebabkan  oleh belerang.

“Langkah Pemda setempat menjadikan konsep danau itu menjadi pusat pariwisata sudah tepat. Apalagi saat ini Danau Singkarak sudah menjadi salah satu ikon Sumbar, yang dikenal dengan iven Tour de Singkarak,” terangnya.

Asrizal meminta kepada Pemkab Tanah Datar dan Pemkab Solok untuk membuatkan Perda tersendiri untuk pengelolaan dan pelestarian danau.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Perguruan Thawalib Peringati Hari Disabilitas

Sabtu, 4 Desember 2021 | 12:44 WIB

Gubernur Sumbar Resmikan Surau Al-Ikhlas Taluak Agam

Sabtu, 4 Desember 2021 | 09:32 WIB

IKAD Pesisir Selatan Sambut Hangat PIWR Dharmasraya

Jumat, 3 Desember 2021 | 17:05 WIB

Edi Busti Resmi Jabat Sekda Agam

Jumat, 3 Desember 2021 | 15:20 WIB
X