DPRD Minta HIV/AIDS Ditangani Serius

- Kamis, 14 Mei 2015 | 18:17 WIB

HIV/AIDS di Kota So­lok, sebutnya, sudah ber­kem­bang menjadi salah satu masalah kesehatan dan so­sial yang sangat meri­saukan. Hal ini mengingat daerah yang hanya terdiri atas dua kecamatan ini, kasus HIV positif dan AIDS dari tahun ke tahun terus menunjukkan peningkatan.

Ia mengatakan, penanga­nan masalah serius tersebut bukan saja menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan, na­mun semua pihak hen­daknya aktif melakukan upaya pencegahan dan promosi kesehatan kepada semua lapisan masyarakat, terutama pada kelompok yang berisiko tinggi.

“Mengingat penularan HIV dan AIDS di Kota So­lok lebih banyak dise­bab­kan oleh perilaku seks me­nyim­pang, seperti hubungan seks sejenis antara lelaki dengan lelaki. Maka perlu adanya pengawasan yang ketat dari seluruh unsur masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan, orang yang melakukan hubungan “Lelaki Seks Lelaki” (LSL) ini tidak identik dengan bencong atau waria.

“Bencong atau waria bisa kelihatan dari penampi­lannya yang lebih mirip perempuan, sementara pela­ku ‘LSL’ penampilannya normal seperti lelaki kebanyakan. Ia punya istri tetapi juga punya seling­kuhan dari kaum lelaki,” katanya.

Karena sulit dibedakan, maka pelaku “LSL” ini juga sangat susah pula dipantau. Padahal, imbuhnya, pelaku “LSL” ini sangat berpotensi menularkan HIV/AIDS kepada istrinya maupun pada selingkuhannya yang juga lelaki.

“Untuk mempersempit ruang gerak pelaku LSL ini, semua pihat harus terlibat,” katanya.

“Saat ini kaum ibu tak cukup hanya mencurigai wanita cantik saja sebagai selingkuhan suaminya, namun lelaki pun harus dicurigai,” imbuhnya. (h/ans)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Baznas Agam Targetkan Zakat Rp11 Miliar Tahun 2022

Kamis, 21 Oktober 2021 | 08:16 WIB

Kapolda Sumbar Tinjau Vaksinasi Massal di Pasaman

Rabu, 20 Oktober 2021 | 20:50 WIB
X