Solsel akan Miliki 16.937 Ha Hutan Nagari

- Kamis, 14 Mei 2015 | 18:22 WIB

Tri menguraikan, empat nagari tersebut adalah Pasir Talang Timur di Kecamatan Sungai Pagu dengna luas hutan nagarinya 2.395 Ha, Koto Baru di Kecamatan Sungai Pagu 1.145 Ha, Pa­kan Rabaa di Kecamatan KPGD 4.260 Ha, dan Pula­kek Koto Baru di Keca­matan Sungai Pagu dengan luas hutannya 4.265 Ha.

SK Menteri Kehutanan untuk empat hutan nagari ini, kata Tri, keluar pada 2 De­sem­ber 2013, setelah sebe­lumnya diusulkan bupati ke Kementerian Kehutanan pada November 2012.

Tri melanjutkan, dari 16.937 Ha tersebut, 4.222 Ha berada di dua nagari, yakni seluas 1.965 Ha di Ranah Pantai Cermin di Kecamatan Sangir Batang Hari, dan 2.257 Ha di Pa­dang Limau Sundai di Keca­matan Sangir Jujuan.

“Hutan nagari di dua nagari ini baru diusulkan oleh bupati ke Menteri Ling­kungan Hidupdan Kehu­tanan pada 4 Mei ini,” ujar­nya saat ditemui Haluan di ruangannya, Rabu (13/5).

Satu nagari lagi di Solsel, lanjut Tri, yang mencu­kup­kan total luas 16.937 Ha tersebut adalah Alam Pauh Duo di Kecamatan Pauh Duo dengan luas hutan naga­ri seluas 650 Ha. Menteri Kehutanan mengeluarkan SK untuk hutan yang terda­pat di Jorong Simancuang ini pada Oktober 2011 dari 580 Ha yang diusulkan pada Maret 2011.

Dari data di atas, Solsel baru memiliki hutan nagari yang sudah memiliki SK dari Menteri Kehutanan seluas 12.715 Ha. Namun, kata Tri, Solsel akan memiliki hutan nagari seluas 16.937 Ha jika dua hutan nagari di Ranah Pantai Cermin dan Padang Limau Sundai yang diusul­kan itu disetujui oleh Men­teri Kehutanan dan Ling­kungan Hidup.

Tri menjelaskan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan atas nama Pemkab Solsel mengusulkan hutan di nagari kabupaten itu ke keme­n­terian terkait, agar masyarakat di nagari melalui LPHN, bisa member­daya­kan hutan untuk menda­tangkan manfaat ekonomi, dengan mengelola hutan sesuai fungsi sesuai fungsi hutan nagari menurut aturan yang berlaku.

Contoh manfaat yang didapatkan masyarakat de­ngan mengelola hutan naga­ri, lanjut Tri, menda­patkan pasokan air yang memadai untuk bersa­wah karena terja­ganya hutan dari perusakan hutan, sehingga hasil pro­duk­si padi bisa meningkat. Itu contoh man­faat ekonomi secara tidak langsung. Se­dang­kan man­faat langsung contoh­uy­nya, memanfaat­kan air untuk membuat Pem­­bangkit Lis­trik Tenaga Mikro Hidro menyalakan listrik.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Baznas Agam Targetkan Zakat Rp11 Miliar Tahun 2022

Kamis, 21 Oktober 2021 | 08:16 WIB
X