Setengah Ton Daging Babi Diamankan di Agam

Administrator
- Rabu, 20 Mei 2015 | 19:57 WIB

Wali Jorong Pasar, Nagari Batu Kambiang Hendra Gunawan DT Bandaro Basa mengatakan, aktifitas penang­kapan serta pengumpulan daging celeng oleh para pelaku di wilayahnya, sudah berlangsung selama lebih kurang satu tahun. Menurutnya, kegiatan terse­but dilakukan oleh pendatang ter­masuk pelaku yang juga berasal dari Sumatera Utara.

Hendra Gunawan DT Bandaro Basa mengaku masyarakat tidak berkenan dengan aktifitas para pelaku di daerah tersebut. Sebab, pelaku tidak pernah memberi tahu, untuk apa daging celeng tersebut diangkut. Jauh lebih baik dimus­nahkan saja, ungkap Hendra.

“Aktivitas mereka sebenarnya memiliki manfaat positif dimana masyarakat terbantu dengan dibe­rantasnya hama babi hutan. Tetapi mereka tidak pernah melapor secara resmi ke pemerintahan setempat. Karena tidak pernah melapor, tim­bul­lah keresahan masyarakat,” jelasnya.

Kapolres Agam, AKBP Eko Budhi Purwono didampingi Kasat Shabara Polres Agam, AKP Busta­nul Alam­syah dan Paur Humas Aiptu Yan Frizal membenarkan hal tersebut. Daging menurut penga­kuan pelaku bakal di bawa Sibolga, Sumatera Utara.  Ia menjelaskan, setelah mendapatkan laporan itu, pihaknya langsung mengerahkan anggota kepolisian untuk mengecek. Informasi yang didapat ternyata benar. Anggotanya menemukan satu unit mobil yang diduga berisi daging celeng.

Ia mengatakan, daging yang terdapat di dalam bak mobil L 300 tersebut dalam kedaaan sudah terpotong rapi persis menyerupai potongan daging sapi. Oleh sebab itu langkah pengamanan harus dilaku­kan. Pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih dalam apakah daging tersebut benar akan dibawa keluar Sumbar atau bagaimana.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Agam, AKP Amprisman, mengatakan,  pihak sudah kepo­lisian kemudian melakukan koor­dinasi dengan instansi terkait.

“Sopir tidak bisa menunjukan surat, surat izin, terkait aktivitasnya. Selain itu, kami juga sudah Ber­koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan Kabupaten Agam,”kata Amprisman seraya menyebut pihaknya juga tengah menanti proses dari Dinas Kese­hatan dan Dinas Peternakan untuk mengambil langkah selanjutnya, terkait pemusnahan. (h/yat)

Editor: Administrator

Terkini

TP-PKK Agam Studi Komparatif ke Jambi

Selasa, 7 Desember 2021 | 20:56 WIB

Ketua PKK Kota Pariaman Serahkan Insentif Dasawisma

Selasa, 7 Desember 2021 | 17:45 WIB

Bupati Agam: LGBT Ancaman Bagi Generasi Harapan Bangsa

Selasa, 7 Desember 2021 | 15:02 WIB
X