Mahasiswa Desak Jokowi Mundur

Administrator
- Rabu, 20 Mei 2015 | 20:00 WIB

Mahasiswa yang ber­aksi dengan symbol menutup mulut dengan lakban itu mencontohkan, dari kebijakan menaikan dan me­nurun­kan harga Bahan Bakar Mi­nyak (BBM) sejak 17 November 2014 hingga sekarang membuat seluruh rakyat Indonesia merasakan dam­pak yang menyulitkan kehidupan.

Kebijakan kenaikan BBM mem­buat janji-janji politik yang disam­paikan Jokowi-JK sewaktu kam­panye dinilai tidak terbukti sama sekali, bahkan bertolak belakang dari semua janji-janji tersebut. “Barangkali kita bisa mengatakan Jokowi-JK tidak memiliki mimpi-mimpi indah untuk negeri ini atau Jokowi-JK hanya memiliki mimpi indah untuk diri mereka sendiri. Tragis,” teriak Koordinator Lapa­ngan, Afdhal Dinil Haq dalam guyuran hujan, di hada­pan rekan-rekannya.

Sementara di Padang, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) Universitas Andalas melakukan aksi serupa di luar pagar halaman DPRD Sumbar. Ada delapan tuntutan yang mereka suarakan dalam aksi tersebut,  di antaranya, meminta pemerintah segera menstabilkan kondisi pereko­nomian, nasionalisasi aset negara, meninjau kembali penerapan meka­nisme harga BBM, perbaiki sistem pendidikan di Indonesia sehingga tidak ada masalah lagi, menye­lesaikan konflik antar lembaga penegak hukum, menuntaskan pe­lang­garan HAM di masa lalu, pe­­rom­bakan (resuffle)  kabinet, dan terakhir meminta Jokowi berhenti sebagai petugas partai.

Ketua BEM KM Unand Reido Deskumar mengatakan, mewakili masyarakat di Sumatera Barat pihaknya menyampaikan kekece­waan terhadap kinerja Jokowi-JK yang berujung pada kesengsaraan rakyat. Komunikasi yang buruk antar kementerian, perilaku pejabat kementerian seperti Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) telah meru­gikan masyarakat.

“Kami meminta Jokowi segera merombak kabinetnya, terutama Kementerian ESDM lebih dulu. Karena ulah kementerian ini yang mempertahankan pengelolaan Blok Mahakam dan PT Freeport telah membuat Indonesia tidak bisa me­nik­mati asetnya. Sehingga tidak bisa digunakan sepenuhnya untuk rakyat Indonesia,” ucap Reido.

Ketegangan sempat terjadi, keti­ka hanya dua orang anggota DPRD Sumbar yang bisa menemui ma­hasiswa. Sisanya, sebanyak 63 lagi sedang melaksanakan kunjungan kerja komisi ke daerah.

“Kami minta maaf, karena tidak semua anggota dewan bisa hadir. Hal ini bertepatan dengan kegiatan komisi yang dilakukan pada hari yang sama dan sudah terjadwal,” kata Aristo Munandar dari Fraksi Golkar didampingi Sultani dari Fraksi PKS.

Terpisah, Panglima TNI, Jen­deral Moeldoko saat member Ku­liah Umum di Unand mengim­bau mahasiswa di seluruh Indonesia untuk menjaga stabilitas keamanan dan politik. Menurutnya, terjaganya stabilitas keamanan dan politik memengaruhi terjaganya stabiltas ekonomi.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Perguruan Thawalib Peringati Hari Disabilitas

Sabtu, 4 Desember 2021 | 12:44 WIB

Gubernur Sumbar Resmikan Surau Al-Ikhlas Taluak Agam

Sabtu, 4 Desember 2021 | 09:32 WIB

IKAD Pesisir Selatan Sambut Hangat PIWR Dharmasraya

Jumat, 3 Desember 2021 | 17:05 WIB

Edi Busti Resmi Jabat Sekda Agam

Jumat, 3 Desember 2021 | 15:20 WIB
X