Persoalan Pengangguran Diatasi dengan Dua Opsi

- Kamis, 28 Mei 2015 | 19:08 WIB

“Munculnya pengangguran terselubung maupun pengang­guran intelektual di Kota Solok karena sulitnya lapangan pe­kerjaan, namun demikian wa­lau terjadi pengangguran tidak­lah membuat gaduh di Kota Solok,” jelas Zul Elfian menja­wab Haluan di kantornya, Rabu (27/5).

Untuk mengatasi pe­ngang­guran terselubung maupun intelektual itu, setidaknya ada 2 opsi yang menjadi program. Opsi pertama dengan menarik investor untuk bisa mena­namkan investasinya di Kota Solok. Opsi ke 2 dengan men­dirikan lembaga ekonomi mikro di setiap kelurahan maupun mesjid-mesjid.

Untuk investor, kata Zul Elfian yang juga calon Wali­kota Solok 2015-2020 yang berpasangan dengan Reinier, memang jangka panjang kare­na investor tentu melakukan survei dan studi kelayakan usaha sebelum menanamkan investasinya. Pemda Kota So­lok menawarkan plaza, hotel bebintang dan pabrik yang memungkinkan dibangun di Kota Solok. Plaza, hotel ber­bintang dan pabrik bisa menyerap ratusan tenaga kerja.

Opsi ke 2 membuka lem­baga ekonomi mikro. Caranya, para penganggur terselubung maupun intelektual tadi disalurkan bakat dan minatnya dalam berusaha. Bisa saja seseorang berbakat di bidang usaha peternakan, perbeng­kelan, pertanian maupun ho­me industri. Mereka dilatih dari segi teknologi dan me­najemen.

Tenaga kerja yang dilatih itu bukan dibiarkan saja, sete­lah dilatih diberi suntikan modal minimal Rp 10 juta yang diambilkan dari lembaga ekonomi mikro yang dana abadinya melalui APBD Kota Solok, modal usaha itu harus dikembalikan dalam jangka waktu tertentu pada lembaga yang mengelolanya. Lembaga Ekonomi Mikro itu berke­dudukan di kelurahan ataupun mesjid.

Misal saja usaha pengge­mukan sapi, yang biasanya dijual setelah 6 bulan. Pe­ngem­balian modal bisa saja setelah 6 bulan secara berta­hap. Pengaturannya diserah­kan ke lembaga yang dipercaya tadi, begitu juga bidang home industri ataupun perbeng­kelan, bisa saja dikembalikan setelah 3 bulan secara berta­hap.

Para calon usahawan itu tentu harus memiliki dasar terlebih dahulu, minimal tim yang akan mengucurkan dana harus survei ke bawah, apa benar ada keinginan calon untuk berwiraswasta.

“Peminjaman modal dila­ku­kan tanpa agunan karena sifatnya membantu masyarakat dan membuka lapangan usa­ha,” terang Zul Elfian. (h/alf)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

108 Hektare Lahan Sumbar tak Ada Kejelasan Hukum

Rabu, 20 Oktober 2021 | 13:45 WIB

Bupati Agam Hadiri Maulid Nabi di Nagari Malalak Barat

Selasa, 19 Oktober 2021 | 14:24 WIB

Terpopuler

X