Dinkes Bina Pedagang Pabukoan di Pasar Solok

- Kamis, 2 Juli 2015 | 18:41 WIB

Perlunya pengambilan sampel untuk mengetahui jenis makanan serta bahan yang digunakan agar makan sehat itu bisa dinikmati konsumen tanpa berdanpak negatif terhadap kesehatan yang mengonsumsinya.

Pengambilan sampel itu dilaksanakan pada awal Ra­madan lalu bersama unsur Muspida dan Walikota So­lok yang melakukan pe­mantauan ke lapangan.

Sejak awal Ramadan lalu diakui cukup banyak masya­rakat yang memanfaatkan momentum bulan puasa dengan berjualan pabukoan.

“Peluang ekonomi yang terlihat oleh masyarakat tidak disia-siakan dan pe­merintah perlu bersyukur dengan usaha yang dilak­sanakan.

Namun di balik itu tentu pemilik pabukoan harus memahami dari sudut kesehatan tentang menu yang dijual,” jelas Arya.

Sementara menyangkut penjual pabukoan yang ter­sebar di jalan-jalan utama dan kelurahan dalam Kota Solok yang juga menjamur selama bulan Ramadan, lanjut Arya, tetap dalam pengawasan, hanya saja pengawasan itu berada di tingkat Puskesmas. Sudah ada pembagian tugas yang melakukan pembinaan, ada yang kavlingnya Puskesmas dan ada Dinas Kesehatan.

Sampai saat ini belum ada persoalan gangguan kesehatan bagi masyarakat yang menikmati pabukoan yang dijual di pasar Solok maupun jalan-jalan utama.

Dari hasil monitoring yang dilakukan dan laporan petugas Puskesmas maupun petugas yang ada di ke­lurahan masih nihil.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Pessel Gelar Bakti Sosial Donor Darah di KPPN

Senin, 18 Oktober 2021 | 21:46 WIB

Meningkatkan Produksi Padi dengan Teknik SRI

Senin, 18 Oktober 2021 | 21:22 WIB

Pasien Sembuh Covid-19 di Agam Mencapai 7.569

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:40 WIB

Bertahan dari Pandemi Covid-19, UMKM Harus Go Digital

Senin, 18 Oktober 2021 | 10:44 WIB

Harga Mulai Stabil, Petani Karet di Pasaman Senang

Senin, 18 Oktober 2021 | 08:09 WIB

Tercatat 9.872 Pelaku UMKM di Solok Selatan 

Senin, 18 Oktober 2021 | 04:13 WIB

Terpopuler

X