Disbudpar Agam Data Kesenian dan Kuliner Tradisional

- Senin, 3 Agustus 2015 | 19:48 WIB

“Saat ini Kabupaten Agam memiliki sebanyak  82 nagari.  Hampir semua na­gari memiliki kesenian tradi­sional dan kuliner yang khas. Jika  tidak dilakukan, peles­tarian  maka kesenian dan kuliner bisa saja hilang, karena pengaruh perkem­bangan zaman,”kata Hadi Suryadi.

Menurutnya, saat ini Dis­budpar Agam telah me­nyurati semua Wali Nagari untuk mengirimkan data semua jenis kesenian tra­disional dan ragam kuliner yang ada di nagari mereka. “ Sejauh ini sudah ada sejum­lah nagari sudah mengirim­kan data kekayaan kesenian daerah dan kekayaan ku­linernya,” ungkapnya.

Cukup banyak kekayaan kesenian dan kuliner di Kabupaten Agam. Sebut saja, tambua tansa, kasidah, salawat dulang, randai dan pencak silat. Saat ini, salawat dulang sudah mulai hilang dari peredaran. Sementara kekayaan kuliner cukup banyak,  seperti itik lado hijau di Kecamatan Ampek Koto, palai rinuk, gulai pensi dan peyek rinuk di Keca­matan Tanjung Raya.

Pemkab Agam akan ber­usaha semaksimal mungkin untuk melestarikan kese­nian dan kuliner ini dengan cara melakukan pembinaan, sehingga bisa menarik wisa­tawa­n berkunjung. Dika­takan­nya, Kabupaten Agam dengan luas 2.232,30 km² memiliki sebanyak 16 keca­matan dan 82 nagari atau desa. Sementara jarak Agam dengan Kota Padang sekitar 120 kilometer. Dengan kon­disi itu jumlah kunjungan wisatawan ke Agam me­ngalami peningkatan setiap tahun.

“Dengan pendataan ini kita berharap kekayaan Ka­bu­paten Agam, bisa terdata secara rapi, dan sangat be­guna sehingga pemerintah bisa mengambil langkah, dan mempromosikan lebih jauh lagi beragam keyaan tersebut sehingga semakin meningkatkan kunjungan wisata di Kabupaten Agam,” jelasnya. (h/yat)

Editor: Administrator

Terkini

180 Warga Padang Panjang Terjaring Razia Masker

Sabtu, 24 Juli 2021 | 22:01 WIB
X