Penataan Pasar Solok Butuh Dukungan Semua Pihak

Administrator
- Kamis, 20 Agustus 2015 | 17:47 WIB

“Instansi itu sangat vital dan perlu ikut ambil bagian supaya pasar tidak sem­rawut,” jelas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan daerah (Bappeda) Kota So­lok Viveri Andra menjawab Haluan di kantornya, Selasa (18/8).

Pihak Bappeda sendiri, kata Viveri, juga sudah mem­buat master plan pasar se­bagai tindak lanjut dari se­buah perencanaan pasar ke depan menyusul selesai di­bangunnya pasar semi mo­dern.

Master plan itu sebagai acuan dan pedoman dalam penataan pasar bagi SKPD tertentu karena master plan beranjak dari tingkat ke­butuhan masyarakat dan pedagang.

Kesemrawutan pasar So­lok memang sudah menjadi buah bibir bagi masyarakat karena Pemda Kota Solok hanya memiliki 1 pasar saja.

Pasar yang berada di jantung Kota Solok selalu menjadi perhatian banyak orang karena orang ke pasar tidak hanya membeli kebu­tuhan tapi juga rekreasi. Makanya tidak heran selalu menjadi sorotan setiap saat.

Yang menjadi titik per­hatian, kata Viveri, masalah perparkiran dan penga­lo­kasian pedagang. Parkir memang suatu problem yang perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak. Orang datang ke pasar Solok tidak lagi naik angkutan umum, melainkan sudah banyak menggunakan sepe­da motor dan kendaraan pribadi.

Setiap mau berbelanja ke pasar Solok selalu menjadi pemikiran bagi masyarakat tentang parkir, lokasi parkir tidak ada yang permanen, malahan parkir sering dilak­sanakan di bahu jalan, depan pertokoan dan trotoar. Pada­hal arena tersebut sudah ada peruntukan namun selalu tersedot untuk parkir.

Selain masalah parkir juga pedagang kaki lima yang tidak terkendali, yang membuat semrawutnya pa­sar Solok ulah pedagang kaki lima dan parkir ojek roda dua yang tidak teratur, jalan dua jalur di pasar Solok dibangun untuk antisipasi kemacetan, namun jalan itu malahan ditempati pedagang kaki lima yang menggalas bermacam kebutuhan, mu­lai buah-buahan, mainan dan parkir.

Pada master plan yang dibuat Bappeda sudah ada peruntukan untuk masing-masing pengguna pasar, mu­lai dari ojek roda dua, pe­dagang kaki lima dan akses jalan lingkar dalam pasar.

“Jalan lingkar Koto Pan­jang pasar Solok memang perlu dibuka kembali agar kesemrawutan di jalan dua jalur tidak ada lagi,” jelas Viveri Andra.(h/alf)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

APBD Kabupaten Agam Tahun Anggaran 2022 Resmi Disahkan

Selasa, 30 November 2021 | 11:36 WIB

Rumah dan Depot Air Minum Habis Terbakar di Bukittinggi

Selasa, 30 November 2021 | 11:20 WIB

Lurah Belakang Balok Berpulang Tepat di Hari Kopri

Senin, 29 November 2021 | 21:30 WIB

36 PNS Solok Selatan Laksanakan Sumpah dan Janji PNS

Senin, 29 November 2021 | 20:07 WIB

Paragon Gelar Seminar Hari Guru di INS Kayutanam

Senin, 29 November 2021 | 18:15 WIB
X