KPU Bukittinggi Warning Pasangan Bakal Calon

Administrator
- Minggu, 23 Agustus 2015 | 19:11 WIB

Menurut Lemmasrizal, jika para pasangan calon tetap membandel memasang iklan media dari tanggal 25 hingga 26 Agustus 2015, maka pasangan calon itu bisa dikatakan mencuri start kampanye. Jika setelah itu memasang iklan yang tak sesuai dengan aturan KPU, maka bisa saja dikatakan itu suatu pelanggaran kampanye.

“Sanksinya itu bisa sanksi administratif, bisa juga sanksi pidana. Tergantung sebesar apa pelanggaran yang dilakukan pasangan calon. Namun yang akan melakukan penindakan itu nantinya adalah Panwaslu,” jelas Lemmasrizal.

Seperti diketahui, berdasarkan pasal 65 ayat 2 UU Nomor 1 tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah disebutkan bahwa dari tujuh jenis sosialisasi ke masyarakat, kampanye dalam bentuk debat publik, penyebaran bahan kampanye kepada umum, pemasangan alat peraga, dan iklan media massa kini dibiayai negara.

Yang bisa dilakukan pasangan calon setelah nantinya ditetapkan sebagai pasangan calon resmi oleh KPU, adalah bersosiasilasi dengan menyebar baju kaos, topi, mug, kalender, kartu nama, pin, pena, payung dan stiker, dengan biaya maksimal Rp25 5ibu per-pcs.

Sementara untuk pembuatan alat peraga seperti baliho, umbul-umbul dan spanduk itu akan diatur oleh KPU, begitu juga dengan bersosialisasi dengan menggunakan media massa dan elektronik, juga akan diatur oleh KPU. (h/wan)

Editor: Administrator

Terkini

Sekda Agam Buka Jambore Anak Disabilitas

Minggu, 5 Desember 2021 | 11:15 WIB

Gunung Semeru Meletus, Gubernur Sumbar Kirimkan Doa

Minggu, 5 Desember 2021 | 06:15 WIB

Kota Sawahlunto Dapat Dua Penghargaan dari JKPI

Sabtu, 4 Desember 2021 | 19:11 WIB

Wakapolda Tinjau Sumdarsin di Polda Sumbar

Sabtu, 4 Desember 2021 | 18:43 WIB
X