Sumber Air PDAM Ditutup Pemilik Tanah

- Senin, 7 September 2015 | 19:05 WIB

Adrial menyebutkan, awalnya pada tahun 2005, telah terjadi kesepakatan atau perjanjian antara pemilik tanah dengan Pemkab Tanah Datar dan pihak PDAM. Saat itu pihak Pemda bertanya tentang kepemilikan tanah kepada tim.

Adrial menjelaskan, tentang ke­pe­milikan tanah sumber air Kiam­bang tersebut, telah tertuang dalam surat pernyataan pada tahun 1995, yang di­ketahui oleh kepala waris (pemilik tanah) Edizar, Camat V Kaum Supadria, KAN V Kaum ST. Mahmoed, Lurah Kubu Rajo Chalis dan disahkan secara lansung oleh pemerintah Tanah Datar (PDAM) Raflis Rasyid.

Pada tahun 2005 itu juga tertuang suatu perjanjian kontrak sewa tanah sumber air Kiambang yang di manfaatkan oleh Tanah Datar. Namun ada beberapa item yang belum disepakati, diantaranya nilai sewa dan jangka waktu sewa sumber kepemilikan tanah Kiambang. Selanjutnya pemilik tanah telah mengajukan surat permohonan penyelesaian tentang sewa kepemilikan tanah, namun saat itu tidak mendapat respon.

“Kami sebagai pemilik tanah men­diam­kan saja sekitar 10 tahun, tepat tanggal 28 Juli 2015, pemilik tanah mengajukan kembali kepada Bupati Tanah Datar dengan perihal penyelesaian per­janjian nilai sewa dan jangka waktu sewa sumber kepemilikan tanah Kiambang,” katanya.

Pada 24 Agustus lalu sebut Adrial, Pemda Tanah Datar bersama PD­AM Tirta Alami mengundang pemilik tanah untuk rapat penyelesaian. Dengan hasil keputusan saat itu Pemda berniat men­ye­lesaikan sewa tanah tersebut. Selanjutnya pada tanggal 31 Agustus, pihaknya be­rini­siatif untuk menyelesaikan perjanjian yang tertunda dengan pihak penyewa.

“Namun, sampai saat ini tidak ada juga niat baik Pemda untuk men­yelesai­kannya. Aksi penutupan sumber air Kiambang ini sengaja kami lakukan, sampai ada respon dari Pemda atau PDAM untuk menyelesaikan perjanjian sewa ini,” tandasnya.

“Kami pemilik tanah meminta kom­pensasi kepada Pemda Tanah Datar atau PDAM Tirta Alami sebesar 15 persen dari hasil penjualan, dengan lima tahun jangka perjanjian dan menyelesaikan selama 10 tahun yang belum kunjung direalisasikan, yaitu sejak 2005 hingga tahun 2015 ini,” ujar Adrial lagi. (h/fma)

Editor: Administrator

Terkini

Padang Panjang Kembali Raih Penghargaan KLA

Jumat, 30 Juli 2021 | 20:11 WIB

Kota Sawahlunto Masuk Zona Merah Covid-19

Jumat, 30 Juli 2021 | 18:43 WIB
X