Dua Hektar Lahan Terbakar di Pessel

- Rabu, 9 September 2015 | 18:56 WIB

Kemungkinan tanpa sengaja puntung rokok itu dibuang dalam kondisi api masih hidup ke daerah semak yang mati dan mudah terbakar. Tak berapa lama, puntung rokok itu mulai tersulut api dan membesar. Akibat peristiwa itu, masyarakat yang bermukim dekat TKP merasa panik karena takut rumahnya juga ikut terbakar.

Peristiwa  kebakaran tersebut sempat mengundang perhatian masyarakat memenuhi bibir jalan nasional. Hal tersebut membuat lalulintas Padang-Painan menjadi macet. Polisi dan anggota Kora­mil 06 Kecamatan Bayang ikut memberikan bantuan pengama­nan lalulintas, sementara petugas Damkar Pessel bekerja keras dan bergerak cepat berusaha mema­dam­kan api, agar tidak meruyak ke daerah pemukiman masyara­kat Nagari Gurun Panjang Selatan.

Kepala BPBD Pessel H Pri­nurdin menginstruksikan kepada personil pemadam kebakaran  untuk  memastikan api  yang membakar Bukit Selayang Pan­dang tersebut  itu betul- betul padam, karena kemungkinan bila masih ada sisa bara api,  dikha­watirkan  kebakaran  susulan. Ia mengimbau warga  bila terjadi musibah kebakaran  segera mem­b­erikan informasi kepada petugas Damkar BPBD Pessel di Painan, agar musibah kebakaran dapat diatasi secara dini

Sementara dari Solok Selatan warga setempat juga meng­kha­watirkan dampak kesehatan atas bencana kabut asap kiriman provinsi tetangga yang telah berlangsung sejak beberapa hari lalu. "Beberapa hari ini menurut pantauan kami, kian hari semakin tebal saja asapnya. Hujan pada Rabu (9/9) pagi tidak berpe­ngaruh terhadap volume kabut asap. Kami mengkhawatirkan dampak kesehatan,"ujar Dori, salah seorang warga di Muara Labuh, Rabu (9/9).

Sementara, Riza seorang war­ga Sungai Lambai juga menge­luhkan kabut asap yang teradi beberapa hari ini di Solsel. "Uda­ranya tidak sehat sampai sesak nafas dan batuk-batuk. Kalau kabut asap seperti ini, kami kurangi ke luar rumah kalau tidak perlu," ujar Riza.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Solsel telah mengan­tisipasi terjadinya angka pen­derita gangguan pernapasan aki­bat ketebalan kabut asap yang semakin tebal. Pada Selasa (8/9), Dinkes Solsel telah membagi-bagikan masker kepada sekolah-sekolah dan Puskesmas yang ada di Kabupaten Solsel.

"Dengan membagikan seba­nyak 50.000 masker dengan esti­masi 30 persen dari jumlah penduduk yang berkisar 153.000 orang," ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Solsel, Lora Ayahanda Putri kepada Haluan. (h/mg-jef/mjn)

Editor: Administrator

Terkini

X