Peraih Prestasi Olahraga Terima Penghargaan Walikota

- Jumat, 11 September 2015 | 18:41 WIB

Pada ajang Peparpelnas, Rinaldi berhasil menjadi pemuncak pada cabang olah­raga tenis meja tuna rungu. Kemudian  Dhian Firma juara III cabang olahraga bulu tangkis ganda cam­puran tuna rungu, Romi Marta Dinata dan Isra Aini Fakhira juara III cabang olahraga bulu tangkis ganda campuran tuna grahita. Ke­empat siswa tersebut berasal dari SDLB dan SMPLB Mang­­gis Gantiang.

Sementara pada O2SN PK-LK SMP/SMA dan SM­K, Asrafi Abrar dari SMK N 1 meraih juara I cabang olahraga tunggal putra tuna rungu, Ramadona dari SMA S Pembangunan, juara I cabang olahraga atletik lari 100 M putri dan Shelin Ang­gelina dari SMAN 3 berhasil menjadi juara III tenis meja tunggal putri.

“Keterbatasan fisik ter­nyata tidak menjadi hala­ngan bagi mereka untuk meraih prestasi di bidang olahraga. Tidak tangung-tanggung mereka berhasil meraih prestasi di tingkat nasional,” ujar Dandim 0304 Agam, Letkol Arh Candy Cristian Riantory, S.IP, yang bertindak sebagai pemimpin apel pada peringatan Haor­nas tersebut.

Upacara peringatan Ha­or­nas 2015 di Bukittinggi diikuti oleh seluruh SKPD, sekolah dan pergurun tinggi serta masyarakat olahraga stake holder. Haornas tahun ini yang mengambil tema “Gelorakan Budaya Olah­raga Indonesia Hebat” diha­rapkan bisa mengajak selu­ruh masyarakat Indonesia berolahraga dan menjadikan olahraga sebagai budaya dan gaya hidup.

Dalam kesempatan ter­sebut, Candy juga mengajak kepada seluruh pemerin­tahan daerah untuk mem­bangkitkan semangat olahra­ga, setiap daerah harus me­miliki cabang olahraga (ca­bor) unggulan. Pasalnya dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia memiliki ajang besar di dunia olahraga yakni TAFISA 2016, Asian Games dan Asian Para­ga­mes 2018.

“Oleh karena itu, mari kita bersama-sama bekerja cerdas dan memiliki semangat untuk menyuk­seskan olahraga tersebut,” harapnya.

Letkol Arh Candy Cris­tian Riantory, S.IP, juga membacakan amanat dari Menteri Pemuda dan Olah­raga RI, Imam Nahrawi. Dalam amanat tersebut dika­takan budaya olahraga tidak dapat diperoleh secara ins­tan, melainkan secara be­r­kesinambungan mulai dari masyarakat kecil hingga yang paling besar.

“Mulai RT, RW, dusun hingga kelurahan dan pusat harus selalu menge­depan­kan edukasi betapa penting­nya olahrahga. Olahraga dapat menjadi model bagi masya­rakat untuk disiplin dan sportif. Olahraga waha­na bagi revolusi mental se­suai nawa cita,” imbuhnya.  (h/tot)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X