2016, Industri Geothermal Masuk Tahap Produksi

- Senin, 14 September 2015 | 18:10 WIB

Dikatakan Nofrin Napilus, bahwa kondisi perusahaan Supreme Energy saat ini adalah tahap eksplorasi dan direcanakan masuk tahap produksi pada tahun 2016. Kendati demikian, perusahaannya telah mampu mem­produksi 70 Mega Watt. “Kami optimis jika target 220 Mega Watt tercapai pada saat perusahaan dalam masa produksi dan industri geothermal merupakan industri ramah lingkungan,” jelas Nofrin.

Ditambahkan, untuk membangun produksi panas bumi, kelestarian hutan harus tetap dijaga karena kualitas panas bumi berkaitan dengan kelestarian hutan. Melalui Coorporate Social Responsibilty (CSR) PT. Supreme Energy telah berdedikasi terhadap masyarakat dalam bidang ekonomi, pendidikan, infrastruktur, lingkungan dan bidang kesehatan. Dicontohkan Nofrin, diantaranya, membangun pasar tradisional, dan memberikan beasiswa bagi pelajar serta melatih masyarakat dalam kegiatan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Hingga saat ini telah dilakukan pengeboran sebanyak 6 sumur penghasil panas bumi, satu sumur diantaranya merupakan sumur besar yang menghasilkan 25 Mega Watt dengan kedalaman maksimal 2 km. Diakuinya, potensi serta prospek panas bumi di Kabupaten Solsel sangat besar terutama di daerah Liki, dan merupakan proyek panas bumi percontohon di Indonesia. “Insya­allah produksi jalan pada 2016 akan menyerap tenaga kerja lokal sebesar 700 orang,” tutup Nofrin. (h/jef)

Editor: Administrator

Terkini

7 Fraksi DPRD Solsel Sepakati Ranperda RPJMD 2021-2026

Rabu, 22 September 2021 | 14:11 WIB

DPMD Kota Pariaman Siap Fasilitasi Desa Dirikan BUMDes

Selasa, 21 September 2021 | 22:10 WIB

PLN Mobile Goes to School di MAN 1 dan 2 Bukittinggi

Selasa, 21 September 2021 | 11:47 WIB
X