Keluarga Nurhayati Tahlilan, Zalniwarti Putus Kontak

- Senin, 14 September 2015 | 18:39 WIB

Edison menceritakan, ke­luarga korban mengetahui ke­jadian tersebut setelah melihat berita di televisi dan di internet pada Sabtu 12 September 2015. Bahkan malamnya sekitar pukul 18.30 WIB, keluarga korban berusaha mencari tahu kabar Nurhayati dengan cara me­ne­le­pon call center di Mekkah, yang didapatkan dari acara di televisi.

“Ketika ditelepon, call cen­ter di Mekkah tak menjawabnya. Baru sekitar pukul 23.00 WIB, keluarga korban diberitahu oleh petugas call center di Mekkah tentang bencana tersebut,” jelas Edison.

Putus Kontak

Sementara itu, keluarga Zal­niwarti hingga saat ini belum mengetahui persis apa yang terjadi pada Zalniwarti. Menurut Azri­yandi (40), anak kedua korban, dirinya hanya mengetahui jika Ibunya mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit.

“Saya telah berkali-kali me­nel­pon call center, tapi jawa­bannya selalu tidak memuaskan. Mereka hanya mengatakan jika Ibu saya mengalami luka-luka dan saat ini sedang dirawat. Se­perti apa kondisinya, tidak di­jelaskan secara detail,” ujar Azri­yandi ketika ditemui di rumah orangtuanya di Jorong Kambing VII Dusun Guguk Nagari Gadut Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam, Senin (14/9).

Menurut Azriyandi, dirinya mengetahui insiden jatuhnya crane di Mekkah melalui pem­beritaan di televisi. Namun waktu itu, Azriyandi dan keluarganya belum mengetahui jika Ibunya menjadi salah seorang korban dari musibah tersebut.

“Pada Jumat malam sekitar pukul setengah dua, saya mencoba menelepon Ibu. Telepon masuk, tapi waktu itu tak diangkat beliau. Berkali-kali saya coba mengu­langi telpon, tapi tetap tak di­angkat. Saat itu, kami mulai merasa resah dan was-was,” tutur Azriyandi.

Pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 09.00 WIB, Azriyandi kembali berusaha menelpon Ibu­nya dan kali ini diangkat. Namun yang mengangkat telponnya wak­tu itu bukan Ibunya, melainkan seorang perawat dari Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Indonesia, yang ke­betu­lan perawat itu berasal dari kam­pung halamannya.

“Ketika saya tahu yang me­ngang­kat telpon bukan Ibu saya, perasaan saya sudah tidak me­nentu. Saya dikasih kabar oleh perawat itu, bahwa Ibu saya mengalami luka pada bagian kepala, serta patah tulang pada bagian punggung. Tapi lagi-lagi tidak dijelaskan secara detail bagaimana kondisi Ibu saya. Itu yang membuat kami cemas. Kami juga tak diizinkan untuk berbicara langsung dengan Ibu,” jelas Azri­yandi sedih.

Hingga saat ini Azriyandi mengaku tidak pernah dikabari secara resmi oleh pihak kedutaan besar di Mekkah. Bahkan hingga saat ini juga, dirinya juga putus kontak dengan Ibunya serta para tim medis, sehingga tidak menge­tahui seperti apa kondisi terkini Ibunya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Exavator Rusak di TPS Pariaman Belum Tersentuh Perbaikan

Selasa, 21 September 2021 | 10:03 WIB

Gempa Berkekuatan 4,7 Magnitudo Guncang Pariaman

Senin, 20 September 2021 | 20:51 WIB

Diperpanjang Dua Pekan, Kota Padang Tetap PPKM Level 4

Senin, 20 September 2021 | 18:55 WIB

43 Warga Ikuti Vaksinasi di Banca Laweh Padang Panjang

Senin, 20 September 2021 | 16:45 WIB
X