Keluarga Nurhayati Tahlilan, Zalniwarti Putus Kontak

- Senin, 14 September 2015 | 18:39 WIB

Terakhir Azriyandi mengaku, sempat berkomunikasi dengan Ibunya pada hari Kamis atau sehari sebelum terjadinya insiden jatuhnya crane. Saat itu, Ibunya memberi kabar bahwa di Mekkah sedang terjadi badai pasir, dan telah menyebabkan beberapa orang meninggal dunia akibat kejadian tersebut.

Azriyandi juga mengung­kap­kan, Ibunya bersama Nur­hayati merupakan sahabat karib yang selalu pergi berdua kemanapun. Bahkan di saat berangkat dari Kota Bukittinggi menuju Kota Padang, mereka duduk ber­se­belah­an di bus.

“Sebelum berangkat, saya ikut mengantar beliau hingga ke­berangkatan di Lapangan Kantin. Saat itu saya sempat berpesan pada Ibu, agar terus berdua bersama Bu Nurhayati. Saat ini kami sangat cemas. Betapa tidak. Bu Nurhayati yang terus ada di sebelahnya meninggal dunia, sementara Ibu saya tidak jelas kondisinya,” ungkap Azriyandi. (h/wan)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Wako Padang Panjang Ajak Mahasiswa Berpikir Kritis

Minggu, 19 September 2021 | 06:54 WIB

42 Nakes RSUD Painan Jalani Vaksinasi Tahap Ketiga 

Sabtu, 18 September 2021 | 18:58 WIB
X