Pengerjaan Proyek Harus Disegerakan

- Kamis, 24 September 2015 | 19:47 WIB

Armen mencontohkan, penger­jaan jalan lingkar dari pasar lama Muara Labuh menuju terminal Pasar Baru yang panjangnya sekitar 1 kilo­me­ter. Pada­hal, pemerintah daerah telah mengang­garkan, na­mun pembebasan lahan belum juga kunjung selesai.

Ditambahkan Armen, Pemkab Sol­sel telah menganggarkan untuk bia­ya ganti rugi atas kepemilikan la­han masyarakat tersebut. “Di­ha­rap­kan pemerintahan Nagari dan Keca­matan untuk lebih serius me­nye­le­saikan lahan masyarakat yang masih proses seng­keta,” harap Armen.

Selanjutnya, kepada instansi terkait diminta meningkatkan pe­ngawasan sesuai dengan kese­pa­katan. Kemudian, kepada pihak kontraktor untuk segera me­nye­lesaikan pengerjaan.

Jika dibiarkan berlarut-larut, per­ma­salahan tersebut akan ber­dampak pada pertumbuhan eko­nomi masya­rakat. Selain itu, masya­rakat yang seharusnya bisa menem­puh jalur secara cepat, terpaksa harus memutar menuju terminal.

“Sengketa tanah ulayat atau tanah kaum yang belum tuntas, agar disele­saikan secepatnya. Jika jalan tersebut selesai dipastikan terminal dapat di­fung­sikan,” tandas Armen.

Sementara, Camat Sungai Pagu, Martin memperkirakan penyebab belum dilaksanakan pengerjaan jalan lingkar dari pasar lama Muara Labuh menuju terminal pasar baru adalah terkait kendala ganti rugi pembebasan lahan yang masih belum tuntas.

“Saat ini masih ada satu keluarga yang masih bersengketa di pe­ngadilan, sehingga harus menunggu proses putu­san pengadilan keluar. Karena, tanah yang masih proses hukum belum bisa diambil tin­dakan,” kata Martin. (h/jef)

Editor: Administrator

Terkini

Wabup Agam dan 350 ASN Jalani Vaksinasi Dosis Kedua

Senin, 2 Agustus 2021 | 23:41 WIB

Sumbar Menuju Nagari Tageh Bidang Hukum

Senin, 2 Agustus 2021 | 23:35 WIB

Keluarga Berperan Antisipasi Penyebaran Covid-19

Senin, 2 Agustus 2021 | 21:17 WIB
X