Ribuan Warga Serang Rumah Bupati Dharmasraya

- Senin, 26 Oktober 2015 | 21:00 WIB

Pantauan Haluan di la­pa­ngan, jenazah tersebut ber­nama Toni (22) warga Jo­rong Sungai Pinang, Na­gari Ampek Nan Dibawah, Ke­ca­matan IX Koto. Jena­zah dibawa dengan satu unit ambulance puskesmas na­gari setempat, berbungkus tikar dan kain panjang di­iringi ribuan warga.

Setibanya di rumah di­nas bupati, jenazah dibujur­kan di teras dengan teriakan warga. “Bupati pembunuh dan bertanggung jawab atas kematian warga kami ini,”.

Ketika demontrasi ber­lang­sung, Penjabat Bupati Dharmasraya Syafrizal ucok tidak berada lagi di tempat alias diamankan dari sera­ngan warga. Pihak kepo­lisian dipimpin Kapolres Dharmasraya AKBP Lalu Muhammad Iwan Mahar­dan, SIK, serta anggota men­­­­coba menenangkan emosi warga dan mem­bacakan ayat-ayat Alquran di dekat jenazah itu.

Namun, emosi ribuan warga semakin memuncak dan me­nimbulkan anarkis dengan cara melempar rumah dinas bupati dengan batu, akibatnya seluruh kaca rumah dinas pecah. Ketika itu masyarakat juga mau masuk ke dalam rumah dinas hendak mencari Penjabat Bupati Sya­frizal ucok dengan teriakan, hilang nyawa ganti nyawa dan bupati itu juga harus dibunuh, dan Kapolres Dharmasraya harus dipindahkan.

Pada kesempatan itu juga, ribuan warga juga hendak me­rusak satu unit mobil dalmas Polres Dharmasraya, namun dihalangi oleh anggota polisi polres dengan mengeluarkan senjata menghalau ribuan warga. Saat itu pihak kepolisian nyaris bentrok dengan ribuan warga. Pihak polisi mengatakan siapa anarkis ditangkap dan diaman­kan, dengan cara membentak bentak warga yang ada di dekat aparat tersebut.

Ribuan warga ketika itu, mengganti posisi demontrasi di jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) depan rumah dinas bupati terse­but, dengan membakar ban mo­bil, dan menyetop kendaraan yang lewat, sehingga mengakibatkan antrian panjang kendaraan yang lewat. Antrian kendaraan men­capai dua kilo meter.

Pasukan anti huru-hara Pol­res Dharmasraya turun ke Jalin­sum dan menghalau ribuan warga tersebut, dengan mengeluarkan tembakan dan mengejar warga sehingga warga pontang-panting berlarian menyelamatkan diri dari serangan anggota polisi, namun ketika pihak aparat anti huru hara kembali di posisinya warga kembali berdatangan de­ngan bermacam-macam teriakan.

Kewalahan, pihak polres se­gera minta bantuan 3 pleton brimob dari Padang Panjang dalam pengamanan.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Sumbar Butuh Tambahan Vaksin Covid-19

Minggu, 25 Juli 2021 | 18:40 WIB
X