4 Pleton Brimob Siaga di Dharmasraya

- Selasa, 27 Oktober 2015 | 20:08 WIB

Andes Rianto me­nga­takan, pihaknya sudah me­ngatur strategi dalam pe­ngamanan. Anggota bri­mob 1 pleton bersiaga di Rumah Dinas Penjabat Bu­pati, 1 pleton di Kantor Bupati Dharmasraya, 1 pleton di Polsek Pulau Punjung, dan 1 pleton di Polres Dharmasraya,” katanya.

Sementara itu, Pj Bupati Dharmasraya Syafrizal Ucok mengatakan bahwa saat ini situasi aman dan masyarakat tampaknya sudah beraktivitas seperti bia­sanya di Kabupaten Dhar­mas­raya.

Syafrizal memberikan ke­terangan pers didampingi Ka­polres Dharmasraya AKBP Lalu Muhammad Iwan Mahardan, Danton Brimob Detasemen Pelo­por Padang Panjang Ipda Andes Rianto di rumah dinas bupati setempat, Selasa (27/10).

Sebelumnya, ribuan ma­sya­rakat Dharmasraya khususnya warga Nagari Koto Ampek Nan Dibawuah, Kecamatan IX Koto, mendatangi rumah dinas bupati Dharmasraya dengan membawa satu jenazah laki-laki bernama Toni (22), warga asal Solok, berdomisili di Jorong Sungai Pinang, Nagari Koto Ampek Nan Dibawah.

Demonstrasi sebagai buntut dari razia gabungan dilakukan Pemkab setempat, Polri, TNI, Pol PP, dalam memberantas tambang emas ilegal di Jorong Sungai Pinang, Nagari Koto Ampek Nan Dibawuah. Tim razia membakar lubang peng­ga­lian tambang emas geron­dongan dan membakar bebe­rapa  pon­dok tempat peristi­ra­hatan ang­gota pengambil emas ter­sebut pada Senin (26/10) siang.

Beberapa jam selesai dila­kukan penertiban Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) itu, pihak Pemkab dan kepolisian Dhar­masraya mendapat infor­masi ada dua orang warga terjebak di dalam lubang gerondongan tempat pe­ngambilan emas, ber­nama Toni (22), meninggal dunia di TKP dan temannya Eko (33) warga asal Jawa luka bakar sangat serius di bagian muka, perut, dan kaki.

Saat ini Eko masih dirawat di ruangan bedah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Dareh, dengan keadaan sudah beransur sembuh dari luka bakar.

“Kita selalu berkomunikasi dengan pihak kepolisian. Se­belum dilakukan razia sudah dipastikan tidak satupun orang di lokasi tempat kita razia. Kenapa setelah aparat dalam perjalan hendak menuju tempat masing-masing mendapat informasi ada dua orang yang korban,”sebut Syafrizal.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X