Hujan Turun, Salat Istisqa Tetap Dilaksanakan

- Jumat, 30 Oktober 2015 | 19:40 WIB

Ustad H.Mismardi, BA dalam ceramahnya men­jelas­kan, walau Kamis ma­lam h­u­jan lebat turun me­m­ba­­sahi bu­mi Pa­­ya­kum­buh, namun belum me­ma­da­i. Hal itu, tidak me­ng­­halangi umat untuk me­lakukan salat mi­nta dan tidak ada sal­ahnya da­lam Agama Islam, ujarnya. Di­katakannya, air me­ru­pakan kebutuhan, ka­pan turunnya hujan dari langit maka All­ah­lah yang maha tahu. Ke­jadian alam ini ada kai­ta­nn­ya dengan pri­la­ku manusia sehingga Tu­han menjadi murka, ter­ma­suk ke­rusakan moral umat, tapi Allah se­lalu membuka pi­n­tu tau­­bat, apabila ha­m­banya min­ta ampun ke­pa­danya.

“Kita mengajak semua jamaah yang ada di lapangan mengikuti salat istisqa, mari kita  minta ampun kepada Allah SWT, dengan me­ne­ngadahkan tangan dan men­un­­dukan kepala agar dit­­u­runkan hujan yang ber­kah, se­rt­a dijauhkan dari bencana kabut asap, “ulas Ketua MUI Payakumbuh itu.

Sementara Walikota Ri­za Falepi menyebut, wal­au hujan sud­ah mulai turun dalam be­berapa kali, tapi belum s­nigtivikan meng­hilangkan asap. Ka­rena itu, pelaksanaan salat Istisqa’ dengan berdoa kep­ada Al­lah agar hujan tur­un, tidak hanya di Pa­ya­ku­mbuh juga di Sumatera dan Ka­­liman­tan, sehingga udara kembali sejuk di negri ini. Dikatakan, persoalan asap menjadi perhatian Pre­­siden Jokowi beberapa wak­tu lalu seluruh kepala da­erah dik­umpulkan me­m­bahas pe­rsoalan ini. “Ke­jadian saat ini tidak terlepas dari kesalahan kita yang sudah memberi izin m­embuka lahan dihutan ga­mbut yang sangat susah me­madamkan api, bila laha­n tersebut ter­ba­ka­r­,” uj­arnya.

Menurut dia, kedepan ba­­­gaimana mengelola su­mber daya yang ada dengan mem­perhatikan faktor ling­kungan, termasuk prilaku me­m­buang sampah di­se­mbarangan tem­pat. “Wa­rga kota harus sama-sama me­n­jaga lingkungan,” harapnya. (h-zkf)

Editor: Administrator

Terkini

180 Warga Padang Panjang Terjaring Razia Masker

Sabtu, 24 Juli 2021 | 22:01 WIB
X