Iwan Koki Kerap Pindah Rumah

- Selasa, 22 Desember 2015 | 03:17 WIB

Informasi yang diperoleh Haluan, selama ini, Riswandi alias Iwan Koki dan keluarganya kerap berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Gaya hidup yang terus bergerak tersebut diduga hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Berdasarkan data dari Kepala Jorong Tapian Diaro Kenagarian Sijunjung Kecamatan Sijunjung pada tahun 2010, Iwan Koki yang lahir di Bukittinggi 9 November 1976 tersebut, mempunyai seorang istri serta dua orang anak. Namun Iwan beserta kelurganya kerap berpindah tempat tinggal dan cenderung tertutup pada lingkungan di sekitar­nya. Bahkan beberapa warga serta pemilik rumah kontrakan yang pernah mengenal Iwan tidak menyangka bahwa Iwan termasuk dalam jaringan teroris yang ditangkap tim Densus 88.

Iwan pernah menyewa rumah di Jorong Tapian Diaro Kena­garian Sijunjung dan membuka sebuah counter pulsa dan jasa servis HP dari tahun 2010 s/d 2012, kemudian berpindah ke perumahan GSI Jorong Ladang Kapeh Nagari Padang Sibusuk dari tahun 2013 s/d 2014, kemu­dian pindah lagi dan menyewa sebuah rumah di Jorong Kapalo Koto Kenagarian Padang Sibusuk Kecamatan Kupitan Bulan De­sember 2014.

Ia meninggalkan rumah sewaannya tersebut pada 5 Desember 2015 secara diam-diam dan tidak diketahui ke mana arah tujuannya bersama keluarganya.

Iwan Koki dikenal warga Jorong Tapian Diaro Kenagarian Sijunjung dan Jorong Kapalo Koto Kenagarian Padang Sibusuk sebagai sosok yang pendiam dan tidak banyak bicara serta jarang keluar rumah. Selain itu, Iwan dan Keluarganya setiap ber­pindah tempat selalu membuka layanan servis handphone atau membuka counter pulsa. Banyak warga yang tahu kepiawaian Iwan dalam memperbaiki handphone yang rusak.

Rina (40),  salah seorang warga Kenagarian Padang Sibu­suk Kecamatan Kupitan yang rumahnya pernah disewa oleh Iwan Koki beserta keluarganya dari tahun 2014 hingga 5 Desem­ber 2015 tersebut mengatakan bahwa terduga teroris Iwan jarang keluar rumah dan pergi me­ninggalkan rumahnya tanpa ada pemberitahuan kepadanya. Rina tidak menyangka bahwa Iwan termasuk dalam jaringan teroris, sebab selama ini pergaulannya tertutup dan tidak ada gerak-gerik yang mencurigakan.

“Selama tinggal di sini (Pa­dang Sibusuk-red), ia (Iwan) beserta keluarganya tidak mem­beritahu kapan serta ke mana mereka pergi. Dia pergi begitu saja tanpa menunjukkan gerak-gerik yang mencurigakan, sebab keluarganya sangat tertutup dan tidak bergaul dengan tetangga lainnya. Seolah-olah tertutup bagi siapa saja yang datang ke rumahnya. Bahkan saya juga pernah diharamkan masuk ke dalam rumahnya, padahal kan itu rumah saya yang saya kontrakan sama dia dan keluarganya,” ujar­nya saat ditemui wartawan, Senin (21/12) di kediamannya.

Sementara itu Kepala Jorong Kapalo Koto Imran Catio mem­benarkan bahwa Riswandi alias Iwan Koki memang jarang ber­gaul dengan warga sekitar dan tidak memperbolehkan siapapun masuk ke dalam rumahnya.

“Tak ada yang dicurigai apala­gi perilakunya selama ini baik-baik saja. Jadi kaget kalau ada penangkapan terhadap dirinya, apalagi dia pernah tinggal di sini” ujar Imran.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Bupati Agam Hadiri Maulid Nabi di Nagari Malalak Barat

Selasa, 19 Oktober 2021 | 14:24 WIB

Pessel Gelar Bakti Sosial Donor Darah di KPPN

Senin, 18 Oktober 2021 | 21:46 WIB

Meningkatkan Produksi Padi dengan Teknik SRI

Senin, 18 Oktober 2021 | 21:22 WIB

Terpopuler

X