Perayaan Malam Pergantian Tahun Baru Meriah

- Sabtu, 2 Januari 2016 | 03:34 WIB

Ribuan warga me­nik­mati pesta kembang api yang dilakukan spontanitas masyarakat  sendiri, di jan­tung kota, Jum’at. Malam menyambut tahun baru di Kota Batiah, sebuah hiburan yang ditunggu warga kota.

Dari simpang Kasda, Tugu Adipura, depan Pos Polisi Kota, Mall Ramayana sampai ke Simpang Ben­teng, penuh sesak dengan ribuan warga. Sejak selepas shalat Maqrib Kamis malam (31/12), masyarakat sudah hilir mudik disepanjang jalan utama, mengendarai kendaraan roda empat dan sepeda motor. Sebelumnya sore menjelang senja ken­daraan bermotor roda dua dan empat terlibat macet di jalan jalan utama dalam kota.

Pengamanan me­nyam­but tahun baru di bawah  komado Kapolresta AKBP Yuliani, dibantu anggota TNI, Denpom, Satpol PP dan petugas Dinas Perhu­bungan, sangat rapi, uta­manya di setiap persim­pangan jalan, sehingga tak ada gaduh dan keributan. Pemko menyediakan lokasi parkir yang cukup luas di halaman balaikota Poliko, SMP Fidelis dan halaman eks kantor bupati.

Malam penyambutan tahun baru di kota ini atau   wilayah hukum Polresta Payakumbuh berlangsung tertib dan aman. Koordinasi sesama petugas penga­ma­nan dari TNI/Kejaksaan, Satpol PP dan Dishub ber­jalan dengan baik. “Kita juga dibantu Piket Fasilitasi Pengamanan Tahun Baru yang dibuat Kesbangpol yang dikomandoi Elfriza Zaharman,” ungkap Kapol­resta Yuliani, dalam ke­sibukannya mengamankan tahun baru.

Sementara itu, wawako H. Suwandel Muchtar, Ka­mis sore sebelumnya, lang­sung memimpin apel siaga pengamanan Tahun Baru. Selain itu, jajaran Polresta dan Polsekta Payakumbuh, juga terlibat dengan Operasi Lilinnya. Lengkap sudah, pengamanan tahun baru di Payakumbuh, membuat ma­syarakat menjadi tenang, menikmati hiburan me­nyam­but tahun baru. Wa­wako memotivasi petugas, agar percaya diri dan mam­pu memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menikmati malam peng­gantian tahun.

Di Payakumbuh, pe­nyam­butan malam old and new itu, tidak hanya me­lakukan pesta kembang api, juga pada sejumlah titik menggelar organ tunggal dan main kim. Seperti dila­kukan Radio Pass dan pe­milik Restoran Pergaulan di Jalan Sukarno-Hatta. Se­mentara itu, Pemuda Mu­hammadyah Payakumbuh juga menggelar wirid pe­ngajian di Masjid Ans­ha­rullah Jalan Sudirman Pa­yakumbuh, dengan Buya Desembri P. Chaniago.

Sejumlah masyarakat yang berdatangan dari ber­bagai kecamatan di Kabu­paten Limapuluh Kota dan Payakumbuh, seperti Suliki, Halaban dan Harau, ber­harap, kedua pemerintahan Luak Limopuluah, Kota Payakumbuh dan Kabu­pa­ten Limapuluh Kota, bersi­nergi membangun aluan-alaun atau Land Mark Luak Limopuluah pada eks kan­tor bupati.

Menurut mereka, jika ada alun-alun, titik kumpul warga dalam menyambut hari bersejarah, seperti pe­ringatan HUT RI atau HUT Kota, HUT Kabupaten, da­pat menikmati kegiatan bersama di kawasan alun-alun, bukan memenuhi ba­dan jalan lagi, kata Dasril dan temannya malam itu.

Ribuan masyarakat yang memenuhi pusat kota, juga memberi keuntungan ke­pada pedagang kuliner ma­lam disepanjang Jalan Su­dirman, Jalan Sukarno-Hat­ta dan Jalan A. Yani Paya­kumbuh, omsetnya me­ning­kat 30 sampai 50 persen. Pedagang musiman, kem­bang api, juga ikut kecip­ratan laba lumayan besar. Tak terkecuali pe­dagang terompet, serta kafe kopi, kopmil lainnya, ujar Ketua Asosiasi Pe­dagang Kali Li­ma (APKL) H. Nusyirwan di tempat terpisah. (h/zkf)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Ormas NU Solsel Gelar Konferensi Cabang 2021

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:09 WIB

Sinkron ke BPS, Nagari di Sumbar jadi Basis SID

Jumat, 22 Oktober 2021 | 15:30 WIB
X