Sawahlunto Berstatus Tanggap Bencana Darurat Sepekan

- Senin, 11 Januari 2016 | 03:10 WIB

Kepu­tusan itu terkait dengan kondisi cuaca ekstrim, berupa curah hujan yang sangat tinggi, yang berakibat terjadinya bencana di beberapa daerah di Sawah­lunto. Mulai tanah longsor hingga luapan air bah di bebe­rapa aliran sungai, yang me­ngakibatkan kesulitan di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Sawahlunto, Bu­yung Lapau, mengungkapkan Rp750 juta untuk dana tak terduga dan Rp100 juta untuk bantuan sosial tak terencana. Dana tak terduga akan digu­nakan untuk meno­pang per­baikan atas kerusakan yang terjadi akibat bencana. Se­dang­kan bantuan sosial tak terduga ditujukan untuk ma­syarakat yang terkena dampak dari ben­cana.

Buyung mengungkapkan, keputusan tersebut diambil setelah dilakukannya rapat tanggap bencana yang dipimpin langsung Wakil Walikota Sa­wah­lunto, Ismed bersama Sek­dako Sawahlunto, Rovanly Abdams, di Kantor Badan Kesbangpol dan PBD Sawah­lunto, Jumat (8/1).

Menurut Ismed, bencana terjadi tidak terlepas dari alam dan ulah manusia sendiri. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan tidak menebangi pohon dan menjaga saluran air.

Sementara itu, tidak kurang dari 13 hektare sawah di ka­wasan Ambacang Dusun Pulai Desa Kolok Nan Tuo, ter­timbun pasir, batu dan kerikil, setelah air bah dari Batang Malakutan melanda air pe­rt­a­nian tersebut, Kamis (7/1).

Kepala Desa Kolok Nan Tuo, Kecamatan Barangin, Supriadi Mukri menuturkan, 13 hektare sawah tersebut baru saja ditanami warga sejak se­bulan terakhir. Selain sawah, delapan rumah warga juga di­rendam air bah, 6 ekor sapi hilang, 15 ekor kambing, serta itik dan ayam yang tak terhitung jumlahnya.

Saat ini, pihaknya terus mendata kerugian yang diderita masyarakat, dan bekerja sama de­ngan pihak Badan Kes­bang­pol dan PBD Sawahlunto, un­tuk membersihkan rumah yang terendam air.

Untuk sementara, pihak Desa Kolok Nan Tuo mendata k­e­rug­ian materi warga men­capai Rp250 juta. Kerugian lainnya, berupa proyek nor­malisasi Batang Malakutan sepanjang 450 meter dengan lebar 14 meter, yang rusak.

“Untuk program nor­ma­lisasi ini, proyek yang telah rampung tersebut belum dise­rahkan Dinas Pekerjaan Umum. Na­mun, dipastikan nor­malisasi tersebut tidak bisa lagi d­i­manfaatkan,” pungkasnya

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Rusunawa Painan Belum Mampu Tampung Pasien Covid-19 

Selasa, 3 Agustus 2021 | 23:47 WIB

Besok, Ada Potensi Gelombang 4 M di Wilayah Ini

Selasa, 3 Agustus 2021 | 19:50 WIB

Pemprov Sumbar Bantu Lab Unand Mesin Real Time PCR

Selasa, 3 Agustus 2021 | 13:43 WIB

Wabup Agam dan 350 ASN Jalani Vaksinasi Dosis Kedua

Senin, 2 Agustus 2021 | 23:41 WIB

Sumbar Menuju Nagari Tageh Bidang Hukum

Senin, 2 Agustus 2021 | 23:35 WIB

Keluarga Berperan Antisipasi Penyebaran Covid-19

Senin, 2 Agustus 2021 | 21:17 WIB
X