Abdul Haris Tuanku Sati Tersangka

- Senin, 25 Januari 2016 | 16:20 WIB

DHARMASRAYA, HALUAN — Abdul Haris Tuanku Sati (60), Rajo Pulau Punjung ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kepolisian Resort Dharmasraya atas pen­ce­ma­ran nama baik dil­a­kukannya melalui jejaringan sosial ter­hadap Ketua Partai Nasdem Dhar­masraya Hengki Pur­nanda SH.

Hal ini diketahui, dari keterangan Kapolres Dhar­masraya AKBP Lalu Mu­ham­mad Iwan Mahardan, melalui Kasat Reskrim AKP Lazuar­di, kemaren, dengan Laporan Polisi No: 237/K/XII/2015 tentang pencemaran nama baik, serta keterangan dari 6 orang saksi di antaranya, Masrigi DT Rajo Lelo SH, Ketua Partai Demokrat, Mua­limin J BA, tokoh ma­syarakat, Jamil Dongur Kepala Jorong, Rio Bastian tokoh muda, dan Zainal Efendi Komisioner KPUD Dharmasraya, yang telah dimintai keterangan oleh pihak penyidik Polres Dharmasraya.

Berdasarkan laporan, ser­ta diperkuat keterangan dari saksi, maka penyidik Polres Dharmasraya telah melayang­kan surat panggilan kepada tersangka untuk menghadap penyidik pada hari Rabu 20 Januari 2016, dalam rangka pemeriksaan kepolisian.

Namun sayangnya ter­sang­­ka tidak bisa hadir me­me­nuhi panggilan pihak Ke­polisian, dikarenakan dirinya masih berada di luar daerah. hal ini tentunya sesuai dengan pengakuan tersangka kepada pihak penyidik melalui te­lepon genggamnya.

Maka pihak penyidik mem­berikan rentang waktu kepada tersangka satu hari setelah itu. Namun karena tersangka belum juga berada didalam daerah, serta kem­bali menghubungi pihak pe­nyi­dik Polres Dhar­masraya, berjanji akan datang pada hari ini Senin (25/1).

Dikarenakan, me­nyang­kut kemanusiaan, maka pi­hak penyidik masih mem­beri­kan tenggang waktu sam­pai Senin tanggal 25 Januari 2016 men­datang. Apabila panggilan hu­kum ini, tidak juga diindahkan sampai batas waktu telah diberikan pihak penyidik, tentunya akan dila­ku­kan tin­dakan lebih lanjut, sesuai dengan hukum ber­laku.

“Tenggang waktu di­be­rikan kepada Rajo Pulau Pun­jung itu, karena kemanusiaan, serta memberikan waktu u­n­tuk mendatangkan pengacara saat pemeriksaan Kepo­li­sian,” ungkap Lazuardi.

Sambung Lazuardi, bila saudara Rajo Pulau Punjung juga tidak menepati waktu yang telah diberikan oleh pe­nyidik, maka tentunya pihak satreskrim Polres Dhar­mas­raya akan menjemput ke ke­ke­diamannya, atau akan di­keluarkan surat daftar pen­carian orang (DPO). Tu­tup­nya. (h/mg-bdr)


 

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Wako Padang Panjang Ajak Mahasiswa Berpikir Kritis

Minggu, 19 September 2021 | 06:54 WIB

42 Nakes RSUD Painan Jalani Vaksinasi Tahap Ketiga 

Sabtu, 18 September 2021 | 18:58 WIB
X