Puting Beliung Rubuhkan Bangunan TK

- Kamis, 11 Februari 2016 | 11:34 WIB

PAINAN,HALUAN- Belum usai duka atas banjir dan longsor yang mendera 10 daerah di Sumbar, bencana lain justru datang dari Pesisir Selatan. Daerah ini sepanjang Rabu (10/2) pagi didera badai angin puting beliung. Akibatnya, bangunan TK RA  Jabar Nur ambruk setelah ditempa pohon yang tumpang karena terjangan angin.

Belasan murid Taman Kanak-kanak yang berada di Taluk Kasai Kenagarian Negari Koto Nan II Kecamatan Batang Kapas yang tengah belajar mengalami luka serius karena terhimpit bangunan. Tiga murid mengalami luka serius dirujuk ke RSUP M Jamil Padang, tujuh menjalani rawat jalan di Puskemas  Batang Kapas,  15 orang mengalami lukat lecet.

Ketiga korban yang dirujuk ke RSUP M Jamil Padang yaitu, Filzi ( 6), Raja (6),Aisila ( 3) merupakan anak dari salah seorang guru yang mengajar di sekolah tersebut. Sedangkan nama nama korban lain  kata pimpinan Puskesmas dr Dudi Amri disimpan oleh petugasnya setelah  korban  mendapat perawatan. Pihaknya sudah berupaya menghubungi petugasnya melalui telepon selular namun non aktif,  ulasnya.

Sebelumnya, saat Dandim 0311 Pessel letkol inf  Joko Maryanto didampingi Koramil 05  Batang Kapas Kapten Inf Amat Sapri dan Kabag Humas Pemda Pessel Sabrul Bayang  beserta sejumlah wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik berkunjung ke Puskesmas tersebut, terlihat bangunannya  dalam kondisi terkunci dan tidak ada satu orang petugas. Namun setelah beberapa menit muncul  petugas Puskesmas  dari bangunan arah belakang mendekat rombongan, akhirnya rombongan diajak menuju ruangan UGD Puskesmas tersebut, kemudian muncul  pimpinan Puskesmas  dr Dudi Amri memberikan pelayanan informasi tentang pasien  tentang korban yang dirawat

Salah seorang warga di sekitar Tempat Kejadian Peristiwa ( TKP)  Eti  47 mengatakan, pasca tumbangnya pohon kedondong  yang  cukup besar tersebut menimpa bangunan sekolah, anak didik  berusaha  keluar dari  reruntuhan bangunan. Sedangkan  salah seorang guru TK tersebut Nora tidak sadarkan diri (pingsan) dan  guru lain, Sriwahyu ningsih (Iing) selamat dari kejadian tersebut

Eti 47  menuturkan, TK  RA  Jabar Nur yang memiliki murid sebanyak 30 orang, namun pada saat peristiwa terjadi yang hadir belajar hanya sebanyak 25 orang, Sedangkan sisanya  tidak datang ke sekolah, kemungkinan karena cuaca ekstrim tidak mendapat izin dari orang tua mereka.

Beberapa orang masyarakat  di sekitar TKP  menyebutkan, bangunan sekolah TK  Jabar Nur kondisinya memang sudah tidak layak pakai, apalagi bekas  rumah dinas guru. Namun karena kebutuhan masyarakat akhirnya sekolah dengan bangunan yang sudah tua tersebut dimanfaatkan untuk  sekolah bagi anak usia dini, sedangkan batang kedondong  yang tumbang tersebut berada  dalam pekarangan sekolah yang kondisinya juga sebagian sudah dimakan rayap dan sangat rapuh dilanda badai.

Dandin 0311 Pessel Letkol Inf Joko Maryanto dalam kunjungan didampingi Koramil 05 Batang Kapas Kapten Inf Amat Sapri  dan Kabag Humas Pemda Pessel Sabrul Bayang mengatakan, pihaknya menghimbau  kepada masyarakat Pessel untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dalam kondisi cuaca ekstrim saat ini, berbagai musibah bisa saja terajadi , apalagi  tingginya intensitas curah hujan  tanpa diduga kemungkinan juga mengundang longsor dan banjir yang harus diwaspadai, tendasnya

Joko Maryano juga meninstruksikan Koramil Batang Kapas supaya dapat berkoordinasi dengan Wali nagari untuk mencarikan lokasi belajar yang baru di daerah tempat yang aman, hal tersebut dimaksud agar proses belajar dan mengajar tidak terganggu.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X