Jaksa Masuk Sekolah Disambut Antusias Siswa

- Sabtu, 26 Maret 2016 | 04:17 WIB

PADANG PARIAMAN, HA­LUAN — Puluhan siswa-siswi SMP 2 Padang Sago men­dapat­kan penyuluhan dan pe­nerang­an hukum oleh Kepala Kejak­saan Negeri Pariaman Yuli­taria, SH,MH beserta jajaran. Program yang diberi nama Jaksa Masuk Sekolah (JMS) ini disambut antusias oleh tenaga pengajar, komite dan para siswa.

Program JMS merupakan implementasi dari Nawacita Pemerintahan Jokowi-JK yang bertujuan untuk agar siswa sekolah mengetahui pe­nega­kan hukum sejak dini.

Pada kesempatan tersebut Tim Kejari Pariaman menu­run­kan tim sebanyak empat anggota yang terdiri dari tiga jaksa dan satu staf kejari. Pro­gram JMS memeberikan so­siali­sasi generasi muda sejak dini akan bahaya penyalah­gunaan narkoba, kenakalan remaja dan perbuatan me­lang­gar hukum lainnya.

“Program JMS ini men­dukung Nawacita Bapak Pre­siden Jokowi dan surat dari Kejagung RI. Jadi kita langsung bentuk Tim JMS dari Kejari Pariaman” kata Kajari Yuli­taria di Aula SMP setempat, Kamis (24/3).

Dijelaskannya bahwa sa­saran utama program JMS adalah generasi muda dan siswa atau pelajar. Karena generasi muda adalah penerus bangsa yang harus diberikan pen­cerahan dan terhindar dari pelanggaran hukum yang me­resah­kan masyarakat. Apalagi pesatnya kemajuan teknologi yang bisa berdampak negatif terhadap perkembangan siswa di sekolah, rumah dan ling­kungan­nya. Program JSM juga menyikapi kerawanan sosial terhadap generasi muda seperti adanya tawuran, menghisap shabu-shabu, seks bebas dan lainnya.

“Kita miris sekali, ada pe­lajar SMP yang sudah jadi pecandu narkoba jenis Shabu, sekarang sedang ditahan,” kata kata Kajari yang didampingi Kasi Intel Okta.

Program JMS di­selenggara­kan secara rutin oleh Kejari di SMP se-Padang Pariaman de­ng­an melibatkan unsur tokoh masyarakat. Ia berpesan agar seluruh masyarakat terhindar dari masalah hukum dengan seringnya diadakan penyu­luhan hukum di Sekolah-seko­lah tersebut.

Bupati Ali Mukhni yang hadir saat ini juga mendukung penuh program JMS yang ber­tujuan untuk mem­berikan pemahaman mengenai hukum yang berlaku di Indo­nesia sejak dini. Ia mengakui pelajar SMP merupakan usia rawan ter­hadap perkembangan ke­hidu­pan sosial masyarakat. Jika tidak disikapi maka akan men­yesal dikemudan hari.

Dia mencontohkan, ada sis­wa yang hamil di luar nikah akibat seks bebas dan ada pula pelajar yang mencuri karena pengaruh penyalahgunaan narkoba.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Pemkab Pasbar Dukung Pembangunan Rumah Bersubsidi

Sabtu, 25 September 2021 | 18:40 WIB

Ratusan Ibu-ibu di Solok Dapat Bantuan Hortikultura

Sabtu, 25 September 2021 | 17:55 WIB

Sumbar Siapkan Dana Pendamping untuk Dua TPA

Sabtu, 25 September 2021 | 14:33 WIB
X