Pembudidaya Ikan Mungo Terkenda Pasokan Air

- Senin, 28 Maret 2016 | 03:16 WIB

LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Nagari Mungo, Kecamatan Luak, terkenal sebagai penghasil berbagai jenis benih ikan, mulai dari gurami, lele, nila, nilem, mas rayo dan patin.

Usaha yang dikelola ma­yoritas penduduk nagari se­bagai pembudidaya ikan se­bagai mata pencarian utama mereka masih terkendala, akibat minimnya air untuk pengairan kolam ikan pendu­duk setempat secara kontiniu.

“Selama ini disebagian nagari itu lebih banyak meng­andalkan air hujan, sehingga pembenihan ikan ikut ter­kendala. Bila terjadi kemarau panjang sebagian usaha petani ikan tersebut tersendat, se­hingga pendapatan mereka merosot,” ungkap salah seo­rang petani ikan Mungo, Jufri yang dihubungi Haluan be­berapa hari yang lalu di Paya­kumbuh.

Karena itu, ia berharap supaya Pemkab Limapuluh Kota, dapat membantu meng­upayakan pengairan yang memadai, agar air mampu mengalir ke seluruh kolam pembudidaya ikan yang ada. Sehingga kolam ikan petani itu bisa produktif untuk me­nuju masyarakat Mungo yang sejahtera.

Dikatakan, Nagari Mungo saat ini sudah meraih prestasi di sektor budidaya ikan, buk­tinya Kelompok Ingin Maju meraih juara I Tingkat Na­sional dalam usaha bisnis ikan gurami belum lama ini. Se­hingga anggota kelompok itu akan melakukan studibanding ke usaha perikanan gurami di Sukabumi dalam waktu dekat ini.

Sekarang ini yang banyak dilakukan warga adalah mem­budidayakan jenis ikan lele dikolam, hasilnya cukup me­muaskan. Pasarnya masih menjanjikan, setiap kolam mampu menghasilkan ikan lele konsumsi 3.000 ekor per bulan. “Bila seluruh kolam ikan panen Nagari Mungo mampu menghasilkan ikan lele belasan ton per bulan,” ujarnya.

Hal senada juga diung­kapkan oleh M.Dt.R. Ma­likan, Plt. Nagari Mungo saat dihubungi terpisah. Ia meng­akui petani ikan masih kesu­litan dengan air untuk penga­iran kolam pembudidaya ikan. Ia juga mengharapkan ban­tuan Pemkab untuk menga­lirkan air ke Mungo, salah satunya dari sumber air Ba­tang Tabik, kemudian menaik­kan air dari aliran batang Sinamar yang melewati nagari tersebut dengan pompa air.

Nagari Mungo merupakan salah satu nagari yang secara administratif berada di dalam wilayah Kecamatan Luak, memiliki 11 (sebelas) Jorong, yakni Jorong Indobaleh Timur , Jorong Indobaleh Barat, Jorong Koto Bakuruang, Jo­rong Pincuran Tinggi, Jorong Talaweh, Jorong Kayu Bajajar Padang laweh, Jorong Balai Gadang Atas, Jorong Balai Gadang Bawah, Jorong Tan­juang Tangah, Jorong Batu Labi,­ dan Jorong Bukit Gom­bak Situak.

Kepala Dinas Perikanan Limapuluh Kota, Refilza, yang dihubungi Haluan mem­benarkan, budidaya ikan di nagari Mungo semakin me­ningkat. Sedangkan ikan gu­rami yang diupayakan kelom­pok produksinya juga mening­kat, sebab pasarannya cukup luas harga juga menjanjikan. Benih gurami dipasarkan di Sumbar dan Riau, Peternak ikan mempersiapkan jurus baru sesuai dengan teknologi perikanan yang telah mereka peroleh.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

RSUD Achmad Darwis Tambah Ruang Operasi Covid-19

Jumat, 23 Juli 2021 | 18:05 WIB

Ketua Pengadilan Agama Padang Panjang Berganti

Jumat, 23 Juli 2021 | 15:49 WIB

Selamat! Pemkab Agam Raih Penghargaan KPAI 2021

Kamis, 22 Juli 2021 | 22:30 WIB
X