Puluhan Warga Keracunan

- Senin, 28 Maret 2016 | 03:52 WIB

Maksud hati hendak bersuka cita  dalam sebuah pesta kemenangan pasangan Bupati/Wakil Bupati Pasaman. Namun, yang terjadi justru berbeda. Puluhan peserta pesta justru keracunan makanan pada pesta tersebut.

PASAMAN, HALUAN – Pu­lu­han warga Pasaman kera­cunan. Peristiwa ini terjadi setelah mereka menyantap makanan nasi bungkus pada acara pesta rakyat yang dige­lar oleh tim Pemenangan Yusuf Lubis- Atos Pratama, Sabtu (26/3).

Gejala yang dialami oleh puluhan korban tersebut nyaris sama yaitu muntah-muntah, badan melemas dan pucat pasi. Karenanya, para peserta pesta yang jadi korban dilarikan ke IGD RSUD Lubuk Sikaping. Kasus ini kini sedang dise­lidiki oleh kepolisian. Ha­nya saja, belum ada data pasti jumlah korban yang jatuh akibat peristiwa ini.

Menurut keterangan Di­rek­tur RSUD Lubuk­sika­ping, dr Arnida, korban dugaan keracunan itu ada 43 orang. Sampai Sabtu malam masuk 39 orang, dan Ming­gu pagi masuk 4 orang.

Kapolres Pasaman AKBP Agoeng SW melalui Kasatreskrim Polres Pasa­man AKP Syaiful Zubir kepada wartawan menye­butkan, kasus ini diselidiki untuk mengetahui penye­bab keracunan warga yang kebetulan usai memakan nasi bungkus gratis. “Kasus ini terus kami selidiki, se­jum­lah korban dan saksi sudah dimintai keterangan,” katanya.

Dari pendataan semen­tara pihak kepolisian, sudah 28 orang yang dirawat di RSUD Lubuksikaping aki­bat keracunan makanan pada acara pesta rakyat tersebut. Korban anak-anak mendominasi sebanyak 15 orang, remaja 7 orang dan orang dewasa 6 orang.

“Ada kemungkinan data korban akan bertambah karena informasinya masih ada korban yang dirawat di Puskesmas tempat tinggal korban. Namun (untuk ke­pas­tiannya), kami akan cek dulu kebenarannya, apakah benar para korban kera­cunan akibat me­makan hida­ngan yang disediakan oleh panitia,” pungkasnya.

Sebelumnya, salah seorang orang tua korban keracunan, Rusdi (45) mengaku, kejadian nahas yang menimpa putranya, Dani (11) berawal saat korban pergi menghadiri Pesta Rakyat Pasaman.

Anaknya itu pergi bersama sang ibu. Ketika di lokasi acara, Dani menukarkan kupon yang didapatnya dari panitia penye­lenggara dengan nasi bungkus yang disediakan. Tanpa pikir panjang, korban memakan nasi tersebut.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Bupati Agam: Masjid Nurul Islam Jadi Cahaya Masyarakat

Kamis, 23 September 2021 | 14:12 WIB
X