Pencurian TBS Meningkat di Nagari Koto Tinggi

- Selasa, 29 Maret 2016 | 03:34 WIB

DHARMASRAYA, HALUAN — Tingkat pencurian tandan buah segar (TBS) di Nagari Koto Tinggi sangat tinggi, akibatnya petani kelapa sawit mengeluhkan turunnya tingkat produksi. Hal itu diungkapkan Walinagari Ko­to Tinggi, Andesta,S.Pt, dalam acara RAT KUD Lubuk Karya, Rabu (23/3), di halaman KUD setempat. Namun Walinagari Koto Tinggi mengajak masya­rakat untuk mengurangi dua hal yaitu niat dan mengurangi kesem­patan orang untuk mencuri.

Dijelaskannya, terjadi kejaha­tan karena ada dua hal yaitu niat dan kesempatan, oleh sebab itu bagaimana cara masyarakat ope­ta­ni untuk dapat mengurangi dua hal tersebut, untuk mengurangi dua hal tersebut ditas diminta agar pengurus KUD memikir­kannya, salah satunya bagaimana koordinasi dengan pihak Kepoli­sian lebih ditingkatkan.

Menurutnya, ada beberapa pe­luang hilangnya TBS, mulai dari penumpukan di TPH, sam­pai di sortiran pabrik, jadi bagai­ma­na hal hal ini dikurangi dan dibicarakan dalam RAT ini.

Begitu pula kepada masya­ra­kat ia berharap gara dapat mem­be­dakan yang mana pen­curian un­tuk mencari kekayaan dan ma­na pencurian yang ahnay untuk melepas dahaga, misalnya men­cu­ri buah buahan untuk dima­kan, tetapi kalau sudah mencuri TBS dengan meng­gunakan mo­bil, hal itu tidak ada lagi kata ma­af.

Hal ini perlu ditegaskannya ka­rena sudah ada kejadian yang mana hilang seepeda motor war­ga dan pencurinya sudah di temukan, tetapi warga yang ber­sang­kutan tidak mau membuat laporan polisi, akhirnya Polisi tidak adapat memproses karena tidak ada yang merasa di rugikan atas kejadian tersebut.

Hal hal seperti ini kata wali­na­gari adalah salah satu faktor un­tuk mengurangi terjadi keja­ha­tan, karena kejahatan kalau terus di maafkan, maka tingkat krimi­nal akan terus meningkat akibat tidak ada memberikan efek jera. (h/mdi)

Editor: Administrator

Terkini

X