STIKes Fort de Kock Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru

- Rabu, 30 Maret 2016 | 03:42 WIB

BUKITTINGGI, HALUAN—Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Fort de Kock Bukittinggi telah membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2016/2017. Pendaftaran ini telah dibuka untuk gelombang pertama mulai tanggal 1 Maret 2016 hingga 3 Juni 2016 sedangkan untuk gelombang kedua mulai tanggal 4 Juni 2016 hingga 12 Agustus 2016.

Menurut Pembantu Ke­tua II (Bidang Administrasi Umum dan Keuangan) STI­K­es Fort de Kock Bukit­tinggi, Nurhayati, SST, M. Bio­med, ada beberapa per­sya­ratan untuk pendaftaran mahasiswa baru ini. Di an­tara­nya warga negara Indo­nesia (WNI), tamatan atau lulusan SMA sederajat (ha­rus mengikuti matrikulasi), berbadan sehat, tidak buta warna, serta tidak cacat tubuh yang dapat meng­gang­gu kerja profesi.

Ada tujuh program studi (prodi) yang ditawarkan STIKes Fort de Kock Bukit­tinggi, yakni S2 Magister Kesehatan Masyarakat yang masih proses usulan reakre­ditasi 2016, S1 Prodi Kese­hatan Masyarakat yang te­rak­reditasi B, S1 Prodi Ke­pe­rawatan yang te­rak­re­ditasi B, Program Profesi Ners yang terakreditasi B, DIII Kebidanan yang terak­re­di­tasi B, DIV Kebidanan yang terakreditasi B, serta DIII Fisioterapi yang masih pro­ses reakreditasi tahun 2016.

“Calon peserta harus datang sendiri dengan mem­bawa fotokopi ijazah berupa STTB, NEM dan UN yang telah dilegalisir, serta surat keterangan lulus dari kepala sekolah. Calon peserta juga harus membawa pasfoto terbaru ukuran 4x6 se­bany­ak lima lembar, dan uang pendaftaran sebesar Rp 150. 000. Calon mahasiswa hanya boleh memilih maksimal dua prodi pilihan,” jelas Nurhayati kepada Haluan di kantornya, Senin (28/3).

Nurhayati menjelaskan, saat ini STIKes Fort de Kock Bukittinggi telah me­miliki jumlah dosen yang sesuai dengan rasio maha­siswa, dengan kualitas pen­didikan dosen mulai dari S2, S3 dan guru besar yang linear dengan prodi masing-masing.

“Dosen STIKes Fort de Kock Bukittinggi meru­pa­kan lulusan dari institusi yang berkualitas, baik dari dalam maupun luar negeri, seperti lulusan UI, UNPAD, UGM, Unand, Universitas Kebangsaan Malaysia, Phi­lip­pines Women University, Esa Unggul Jakarta dan Universitas Udayana. Se­mua tenaga dosen siap me­m­berikan pembelajaran dan pelayanan terbaik kepada mahasiswa dengan ko­mit­men yang tinggi untuk ge­nerasi tenaga kesehatan berkualitas,” ujarnya.

Nurhayati melanjutkan, STIKes Fort de Kock Bukit­tinggi saat ini memiliki banyak keunggulan, di an­tara­nya memiliki kampus terbaik di Indonesia dengan fasilitas yang lengkap. 75 persen prodi yang terakre­ditasi B oleh BAN-PT dan LAM-PT Kes, dan meru­pakan salah satu pusat CBT (Computer Based Test) ya­ng ditunjuk oleh LPUK sebagai tempat uji kom­petensi nasional.

“STIKes Fort de Kock juga memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP-P1) dengan lisensi dari BNSP, memiliki research center sebagai pusat penelitian yang didukung jurnal ma­sing-masing prodi dan meru­pakan perwakilan dari AP­KESI (Asosiasi Peneliti Kesehatan Indonesia) di Sumatera Barat,” sambung Nurhayati.

Selain itu, lanjut Nur­hayati, STIKes Fort de Ko­ck Bukittinggi juga me­mi­liki Lembaga Pusat Karir, memiliki asrama yang re­pre­sentatif, memiliki lem­baga bahasa dan kajian luar negeri sebagai aplikasi class international, memiliki kli­nik yang bekerjasama deng­an Putra Spesialist Hospital Malaka Malaysia, serta akan menjadi institut kesehatan pertama yang ada di Su­matera Barat. (h/ril)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Wako Padang Panjang Ajak Mahasiswa Berpikir Kritis

Minggu, 19 September 2021 | 06:54 WIB

42 Nakes RSUD Painan Jalani Vaksinasi Tahap Ketiga 

Sabtu, 18 September 2021 | 18:58 WIB
X