19 Penumpang Diterjang Ombak

- Jumat, 5 Agustus 2016 | 04:37 WIB

Dan berkat kerja sama petugas terkait dan nelayan yang mela­kukan pencarian, Uwo berhasil ditemukan di Sungai Limau da­lam keadaan selamat. “Uwo hanya menderita lecet dan luka gores. Dan seperti yang disampaikan Uwo, dia menggunaan jerigen untuk menyelamatkan dan me­ngapungkan diri,” jelas Riki.

Ke delapan ABK kapal (bagan) Isabela yang berhasil selamat itu adalah, Eki (30),Seng (25),Cilak (60), Indra(20), Dendi(20), Giok(20), Ronal(20) dan Ilun (54).

Sebelum peristiwa ini, satu unit Kapal wisata penyeberangan yang membawa belasan penum­pang menuju Pulau Angso Duo di Kota Pariaman juga mengalami kejadian serupa. Kapal naas itu terbalik setelah dihempas ombak tinggi, kata pihak kepolisian setempat, Rabu.

Kapolres Kota Pariaman AKBP Riko Junaldy di Pariaman, Rabu, mengatakan kejadian na­has tersebut terjadi sekitar pukul 13.15 WIB.  Kapal wisata yang me­ngang­kut 11 penumpang asal Kena­garian Batipuah Kabupaten Tanah Datar tersebut terbalik sekitar 200 meter dari lokasi Muaro setelah dihempas ombak.

“Sekitar 200 meter mening­galkan muara, mesin kapal tiba-tiba mati dan dihempas ombak sehingga belasan penumpang terbalik di tengah laut,” kata dia.

Terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) kapal itu sendiri, Kapolres mengungkapkan pe­num­pang yang diangkut tidak menggunakan pelampung.  “Na­khoda kapal tersebut telah kami periksa secara intensif guna pe­nye­lidikan lebih dalam,” ujarnya.

Kapolres membenarkan kapal tersebut telah terdaftar dan resmi namun tetap melanggar ketentuan SOP yang telah ditetapkan. Ia merinci 11 korban yang berhasil didata tersebut yaitu Dila (30), Dismiarti (58), Doni (28), Yanti (23), Rahmat (25), Rahmi (20), Yuni (23), Rido (5), Regan (4), Ridwan (15 bulan) dan Rina (39).

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Yota Balad mengatakan kapal tersebut berangkat dari Muaro Pariaman dalam keadaan cuaca kurang baik.

“Petugas setempat telah mene­gaskan kepada nakhoda kapal agar tidak membawa penumpang na­mun tetap saja mencuri kesem­pa­tan saat jam istirahat,” ujarnya Ia me­negaskan akan mencabut izin kapal tersebut sebagai bentuk sanksi yang diberikan kepada oknum yang membandel. (h/mg-fyt/tri)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

PLN Mobile Goes to School di MAN 1 dan 2 Bukittinggi

Selasa, 21 September 2021 | 11:47 WIB

Pembangunan Reservoar di Pariaman Dimulai

Selasa, 21 September 2021 | 11:28 WIB

Excavator Rusak di TPS Pariaman Belum Tersentuh Perbaikan

Selasa, 21 September 2021 | 10:03 WIB

Gempa Berkekuatan 4,7 Magnitudo Guncang Pariaman

Senin, 20 September 2021 | 20:51 WIB
X