Reklamasi Singkarak Harus Dihentikan

Administrator
- Kamis, 22 September 2016 | 04:20 WIB

Selain akan mencoreng nama baik even internasional Tour de Singkarak, proyek reklamasi juga merusak ling­kungan dan mengancam ke­hidupan 19 spesies ikan un­g­gulan Danau Singkarak. Satu di antaranya yang terkenal adalah, ikan bilih. “Maka, Walhi Sumbar mendesak agar proyek reklamasi di tepian Danau Singkarat harus segera dihentikan,” tegas Uslaini.

Ditolak Pemprov

Sementara itu, Wengki Purwanto, Ketua PBHI Su­matera Barat mengatakan, proyek reklamasi Danau Sing­­karak menunjukkan pe­lan­g­garan hukum di sektor lingkungan hidup mulai be­rani dan terbuka dilakukan. “Setidaknya, pembangunan reklamasi telah melanggar UU No 32 Tahun 2009 ten­tang Perlindungan dan Pe­nge­lolaan Lingkungan Hidup.

Disebutkannya, kegiatan reklamasi Danau Singkarak merupakan kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan hidup, sehingga wajib memiliki amdal. Tapi ternyata kegiatan ini tidak memiliki dokumen legal apa­pun. “Apabila pemerintah daerah tidak menyikapi si­tuasi ini dengan mengambil tindakan konkret berupa meng­hentikan proyek rek­la­masi dan meminta per­tang­gungjawaban pengusaha, maka pada situasi ini, tidak tertutup kemungkinan proyek reklamasi Danau Singkarak akan memuncukan pelang­garan HAM terutama ber­kaitan dengan hak untuk menikmati lingkungan hidup yang baik dan sehat,” ka­tanya.

Informasi yang diperoleh Haluan, Pemprov Sumbar telah mengeluarkan Surat bernomor 650/351/VI/PW-LH/Bappeda-2016 me­nang­gapi surat dari Pemerintah Solok dengan nomor 050/645/Bappeda-Bup/2016 ter­tanggal 7 Juni 2016, perihal reko­mendasi izin prinsip pe­man­faatan ruang di ka­wasan stra­tegis Provinsi da­lam hal ini danau Sing­karak. Terdapat enam poin dalam surat ter­sebut. Pada intinya Pemprov Sumbar menolak memberikan rekomendasi karena danau Singkarak se­suai dengan perda no 13 tahun 2012 tentang RTRW provinsi Sumbar tahun 2012-2032, ditetapkan sebagai kawasan strategis provinsi dari segi lingkungan hidup yang dimanfaatkan untuk pe­nyediaan energi dan pa­riwisata. (h/len/dn)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

TP-PKK Agam Studi Komparatif ke Jambi

Selasa, 7 Desember 2021 | 20:56 WIB

Ketua PKK Kota Pariaman Serahkan Insentif Dasawisma

Selasa, 7 Desember 2021 | 17:45 WIB

Bupati Agam: LGBT Ancaman Bagi Generasi Harapan Bangsa

Selasa, 7 Desember 2021 | 15:02 WIB
X