Dua Murid SD Diduga Dianiaya Anggota Satpol PP

- Rabu, 26 April 2017 | 01:49 WIB

TANAH DATAR, HALUAN - Oknum anggota Satpol PP Tanah Datar diduga telah melakukan tindakan penganiayaan kepada anak dibawah umur.

Korban yang masih murid SD tersebut, diantaranya Afif (13) dan Gilang (12). Mereka diduga mendapatkan penganiayaan setelah melempari posko Satpol PP di komplek Indo Jolito yang merupakan rumah dinas bupati.

Atas perlakuan itu, orangtua korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres, Minggu (23/4) dengan Nomor LP nomor 87/K/IV/2017/SPKT.

"Sebesar apapun kesalahan anak kami, tindakan yang dilakukan oleh oknum anggota Satpol PP ini jauh dari prikemanusiaan, mereka tega menganiaya, anak kami diperlakukan seperti seorang penjahat saja," ujar salah seorang dari orangtua korban mengatakan.

Dari pengakuan kedua orangtua bocah kelas 4 SD itu, kejadiannya berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu mereka bermain di sekitar Gedung Indo Jolito dengan saling melempar-lempar batu yang akhirnya mengenai kaca ruangan piket Satpol PP hingga kaca jendela itu pecah.

Karena takut, Afif dan rekannya Gilang melarikan diri dan dikejar oleh beberapa orang anggota Satpol PP yang saat itu sedang piket. Akhirnya kedua bocah malang tersebut dapat ditangkap.

"Saya dibanting dan leher saya disulut api rokok," ujar Gilang sambil memperlihatkan luka bakar di lehernya.

Lain halnya dengan yang diceritakan Afif, ia mengaku ditendang dan dihantam pakai lutut sehingga membuat bibirnya lebam dan berdarah.

"Di kantor itu kepala saya didorong ke belakang ke tembok, kini masih sakit," kata Afif di Mapolres.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Bupati Agam Hadiri Maulid Nabi di Nagari Malalak Barat

Selasa, 19 Oktober 2021 | 14:24 WIB

Terpopuler

X