Buat Pantun Spontan Terbanyak, Gubernur Sumbar Masuk Rekor MURI

- Senin, 14 Agustus 2017 | 20:14 WIB

PADANG, HARIANHALUAN—Museum Rekor Indonesia (MURI) akan memberikan penghargaan kepada Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno, dengan kategori “Cipta Pantun Spontan Jumlah Terbanyak”. Sejak kali pertama membuat pantun spontan, yakni pada awal menjadi gubernur periode kedua, Irwan telah menciptakan 16 ribu pantun hingga kini.

Ade Hendri, Ketua Panitia Festival Pantun Spontan ala Irwan Prayitno, mengutarakan, MURI akan menyerahkan piagam rekor MURI kepada Irwan pada 20 Agustus di Tugu Merpati Perdamaian, Pantai Padang.

“Piagam rekor itu akan diserahkan pada final Festival Pantun Spontan ala Irwan Prayitno yang diikuti siswa SLTA se-Sumatra Barat. Sejak lomba itu dibuka pada 10 Juli dan ditutup pada 10 Agustus, sebanyak 871 siswa telah mengirimkan pantunnya dengan total 9.000 pantun karena ada siswa yang mengirim sampai 20 pantun. Dari 9.000 peserta, kami telah memilih 136 peserta. Selanjutnya pada seleksi tahap dua, kami akan mengerucutkannya menjadi 50 peserta. Pada final nanti akan ada 20 pemenang. Lima pertama akan mendapatkan hadiah Rp3 juta per orang, lima pemenang kedua mendapatkan Rp2,5 juta per orang, dan 10 pemenang ketiga mendapatkan Rp1 juta per orang. Total hadiahnya RP35 juta,” ujarnya di Padang, Senin (14/8), didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Taufik Efendi.

Ia menambahkan, dari 16 ribu pantun yang diciptakan Irwan, 14 ribu di antaranya sudah dibukukan menjadi 6 buku. Dua ribu pantun lagi juga akan dibukukan.

Sementara itu, Irwan Prayitno mengutarakan, kebiasaannya memberikan pantun saat memberikan pidato, kata sambutan, maupun ceramah pada setiap acara, telah menjadi budaya di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar. Pejabat di lingkungan Pemprov Sumbar telah berpantun pula setiap kali memberikan kata sambutan. Budaya seperti itu pulalah yang akan ditularkannya kepada generasi muda Sumbar, khususnya siswa SLTA, melalui festival pantun.

Festival pantun itu, kata Irwan, merupakan bentuk dukungannya terhadap Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia yang mengajukan pantun sebagai warisan budaya bukan benda kepada UNESCO. (h/dib)

 

Editor: Rivo Septi Andries

 

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Wabup Padang Pariaman Buka Rakor Gabungan GOW dan OPD

Senin, 25 Oktober 2021 | 22:50 WIB

Dua Pasien Covid-19 Agam Dilaporkan Sembuh

Senin, 25 Oktober 2021 | 19:10 WIB

Fadil dan Putri Jadi Uda-Uni Kota Padang Panjang 2021

Senin, 25 Oktober 2021 | 18:10 WIB

Nagari Campago Padang Pariaman Cairkan BLT DD Besok

Senin, 25 Oktober 2021 | 16:24 WIB

Ir. Jetson, MT Dilantik jadi Pj Sekda Agam

Senin, 25 Oktober 2021 | 14:42 WIB

Manajemen PLN UIW Sumbar Kunjungi PLTM Salido Kecil

Senin, 25 Oktober 2021 | 09:07 WIB

Bupati Sutan Riska Disambut Hangat di Sumatera Selatan

Minggu, 24 Oktober 2021 | 23:09 WIB
X