Kisruh di Limapuluh Kota, Tokoh Adat Gerah

- Kamis, 24 Agustus 2017 | 10:04 WIB

LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM – Kisruh Bupati Irfendi Arbi – Wakil Bupati, Ferizal Ridwan sudah begitu meresahkan. Pemangku adat mulai gerah, dan berencana turun tangan. DPRD setempat juga begitu. Segala upaya akan dilakukan untuk mendamaikan kedua pimpinan tersebut.

ketua LKAAM Kabupaten Limapuluh Kota, H Abdul Aziz Datuak Bindo Malano berencana memanggil kedua pemimpin dan duduk bersama dengan masyarakat. Seluruh Kerapatan Adat Nagari (KAN) se-Kabupaten Limapuluh Kota sudah sepakat untuk mendatangi Bupati dan Wakil Bupati.

“Sejak ribut-ribut kemarin dan sudah sampai pula kisruh pemimpin kami ini ke nasional. Jelas, anak kemenakan kami malu. Kami tidak ingin hal ini berlarut-larut. Setelah Bupati pulang, kami akan mendudukkan mereka berdua dan rencana ini sudah disepakati oleh seluruh ketua KAN se- Limapuluh Kota,” kata Abdul Aziz.

Dilihatnya, keributan yang terjadi kemarin sudah memantik kekecewaan dan kemarahan masyarakat Limapuluh Kota. Diharapkan kedua pemimpin ini bisa akur dan berjalan bersama. Jika tidak, ketakutan akan adanya massa yang mendobrak kepemimpinan Irfendi Arbi – Ferizal Ridwan tidak bisa dibendung.

“Kekecewaan sudah tertanam di tengah masyarakat. Makanya kami antispasi dulu untuk mendamaikan keduanya. Jika tidak, kami takutnya anak kemenakan kami maju secara spontanitas untuk mendobrak kepemimpinan mereka berdua dan ini akan sangat berbahaya ,” tutur Abdul Aziz.

Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Safaruddin Datuak Bandaro Rajo jauh-jauh hari mengaku sudah tahu keretakan hubungan antara Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota. Pemicunya bermula dari sikap Bupati, Irfendi Arbi yang membubarkan rutinitas apel pagi.

Menurutnya, pengukuhan terhadap jabatan Sekda definitif dan pelantikan dua pejabat eselon II pada 18 Agustus lalu merupakan buntut dari ketidakharmonisan hubungan keduanya. “Itu hanya puncak ketidakharmonisasi. Semuanya sudah terjadi sejak lama,” terang Safaruddin Datuak Bandaro Rajo, Rabu (23/8) sore.

Diterangkan Ketua DPD Partai Golkar Limapuluh Kota itu, dari awal sejak dilantik pada 18 Februari 2016 lalu, hubungan bupati dan wakil bupati sangat harmonis. Tetapi, sejak pertengahan 2016 lalu, mulai dirasakan ada aura keretakan diantara keduanya.

"Dari awal, bupati mempercayai terhadap fungsi wakil bupati untuk menjalankan tugas. Salah satunya mendukung apel pagi yang dilakukan oleh wakil bupati terhadap ASN," ucap Safaruddin.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Pessel Gelar Bakti Sosial Donor Darah di KPPN

Senin, 18 Oktober 2021 | 21:46 WIB

Meningkatkan Produksi Padi dengan Teknik SRI

Senin, 18 Oktober 2021 | 21:22 WIB

Pasien Sembuh Covid-19 di Agam Mencapai 7.569

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:40 WIB

Bertahan dari Pandemi Covid-19, UMKM Harus Go Digital

Senin, 18 Oktober 2021 | 10:44 WIB

Terpopuler

X