Gubernur Sumbar Nomine Penerima Satya Lencana Wirakarya

- Jumat, 25 Agustus 2017 | 10:05 WIB

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno, menjadi salah satu calon (nomine) kuat penerima penghargaan Satya Lencana Wirakarya bidang pemerintahan dalam pengelolaan, pengembangan, dan pembangunan kelautan pada tahun ini. Setelah calon tersebut lolos seksi administrasi, tim penilai saat ini melakukan kunjungan lapangan untuk memastikan 14 indikator yang menjadi syarat usulan tersebut terpenuhi.

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, setelah rapat dengan tim penilaian satya lencana Wirakarya di Gubernuran Sumbar, Padang, Kamis (24/8). Ia mengharapkan presentasi Pemprov Sumbar kepada tim penilai itu menjadi rujukan bagi tim penilai untuk memberikan Satya Lencana Wirakarya tersebut kepada Irwan Prayitno.

“Setelah ekspos adminstrasi, tim langsung meninjau ke lapangan untuk memeriksa ekspos tersebut. Tim akan mencocokkan usulan yang disampaikan dengan kondisi lapangan terkait indikator penilaian terhadap penghargaan satya lencana yang akan diberikan, antara lain, soal budi daya penyu dan penanaman pohon untuk mencegah abrasi pantai. Upaya Pemprov Sumbar dalam membangun kelautan dan perikanan di Sumbar diharapkan dapat menjadikan gubernur Sumbar mendapatkan penghargaan tersebut, yang berkemungkinan diberikan pada November tahun ini,” ujarnya.

Gubernur Sumbar, kata Nasrul, adalah 1 dari 18 kepala daerah yang diusulkan mendapatkan penghargaan satya lencana tersebut. Setelah tim penilai melakukan seleksi, kepala daerah yang tersisa saat ini adalah gubernur Sumbar, gubernur Maluku Utara, dan beberapa bupati dan wali kota.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Yosmeri, menerangkan, dari 14 indikator yang menjadi syarat untuk mendapatkan penghargaan satya lencana tersebut, Pemprov Sumbar telah melakukan upaya untuk membangun kelautan dan perikanan di provinsi ini.

“Untuk penataan ruang berkelanjutan, provinsi Sumbar telah menghasilkan beberapa peraturan daerah (perda) yang berkaitan dengan penataan ruang, antara lain, tiga perda sebagai pentunjuk  dan perhatian dalam menjaga lingkungan kelautan dan perikanan di Sumbar,” tuturnya.

Sejauh ini, pihaknya telah memulihkan kerusakan lingkungan kawasan pesisir  telah dilakukan dengan rehabilitasi ekosistem, di antaranya dengan penanaman vegetasi pantai dan melaksanakan kegiatan transplantasi terumbu karang dan penanaman bakau. Pihaknya juga telah merestorasi sumber daya kelautan di Sumbar. Restorasi  itu difokuskan terhadap ekosistem terumbu karang, padang lamun, bakau, dan lain-lain, termasuk membentuk kawasan konservasi perairan daerah di tujuh kabupaten/kota wilayah pantai di Sumbar.

“Kami juga telah melakukan adaptasi dan mitigasi bencana di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, pengelolaan pengendalian dampak lingkungan akibat kegiatan pembangunan, rencana aksi dan tindakan nyata dalam pembangunan kelautan, ketersediaan pembangunan mercusuar untuk provinsi, ketersediaan tempat pelelangan ikan, ketersediaan dermaga atau pelabuhan untuk sarana aktivitas perikanan, dana alokasi khusus untuk perikanan, partisipasi kelompok nelayan, partisipasi masyarakat dalam penanaman bakau di pesisir pantai, pengembangan dan pemanfaatan pariwisata bahari secara berkelanjutan,  promosi pariwisata bahari dan penyelenggaraan iven-iven pada bidang kelautan. Semua itu adalah upaya Pemprov Sumbar untuk membangun kelautan dan perikanan,” ucapnya. (h/dib)

Editor: Administrator

Terkini

Ir. Jetson, MT Dilantik jadi Pj Sekda Agam

Senin, 25 Oktober 2021 | 14:42 WIB

Manajemen PLN UIW Sumbar Kunjungi PLTM Salido Kecil

Senin, 25 Oktober 2021 | 09:07 WIB

Bupati Sutan Riska Disambut Hangat di Sumatera Selatan

Minggu, 24 Oktober 2021 | 23:09 WIB
X