Petani dan Penyuluh Belajar Pemanfaatan Limbah

- Sabtu, 25 November 2017 | 04:15 WIB

SAWAHLUNTO, HALUAN - Setiap petani dan penyuluh pertanian harus senantiasa meningkatkan kompetensi, sehingga mampu mengimbangi perkembangan zaman dan teknologi untuk terus berinovasi menambah produksi hasil pertanian yang digelutinya.

Hal itu diungkapkan Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf saat membuka seminar sehari peningkatan kompetensi petugas dan petani dalam pengembangan tanaman cabai dan pemanfaatan limbah abu PLTU Sijantang sebagai pupuk, Kamis (23/11) di Hall Serba Guna PLTU Sijantang. Seminar tersebut diikuti 60 petani cabai dan 35 orang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kota Sawahlunto.

 

Walikota Ali Yusuf menyampaikan, peningkatan kompetensi petani dan penyuluh wajib terus ditingkatkan. "llmu itu semakin hari terus berkembang, sehingga kita tidak boleh berhenti belajar. Begitu pun penyuluh dan petani, skill bertani harus didampingi dengan pengetahuan dan referensi yang mumpuni pula, sehingga bidang pertanian yang digeluti juga akan semakin maju," katanya.

 

Bapak tiga anak itu menambahkan, melalui seminar dan pelatihan seperti ini, menjadi momen untuk belajar dan berbagi ilmu, sehingga peningkatan kualitas hasil pertanian akan mampu menjadi penopang ekonomi masyarakat itu sendiri. Untuk itu dirinya mendorong dinas terkait untuk terus menggiatkan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan terhadap petani-petani di lapangan.

"Jalin komunikasi dan intens turun ke lapangan. Bagi ilmu yang dimiliki oleh setiap penyuluh yang ada," harapnya kepada penyuluh.

 

Ke depan dia berharap bidang pertanian akan semakin maju dan diminati oleh generasi muda, dalam upaya menjaga ketahanan pangan. Selain itu sektor ini dinilai mampu menekan angka pengangguran dan kemiskinan. (h/mg-rki)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Baznas Agam Targetkan Zakat Rp11 Miliar Tahun 2022

Kamis, 21 Oktober 2021 | 08:16 WIB
X