Wagub Sumbar Tantang Pengkritik Taste of Padang

Administrator
- Selasa, 28 November 2017 | 12:02 WIB

 

“Digelar FGD di sini, diundang kabupaten/kota, diundang pakar-pakar, ada yang tidak datang, tapi mereka ikut komentarNASRUL ABIT, WAGUB SUMBAR.

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit meminta para pihak yang tidak sependapat dengan frasa Taste of Padang sebagai branding wisata Sumbar, tidak hanya pandai mengkritik saja. Tapi juga harus memberikan solusi. Wagub menyesalkan sikap sejumlah orang yang gencar mengkritik dan berkomentar, tapi malah tidak datang saat diundang ketika Focus Group Discussion (FGD).

Silang pendapat slogan Taste of Padang tertumpu pada pemakaian kata Padang, nama ibu kota provinsi ini, sebagai kata penyanding "taste of". Pihak yang tak setuju menyebutkan Padang tak mewakili Sumbar secara keseluruhan, termasuk di sektor kepariwisataan, karena nyatanya destinasi wisata andalan Sumbar tak melulu ada di Padang, tapi tersebar di kota/kabupaten lain, seperti di Bukittinggi, Payakumbuh, Tanah Datar, Agam, Mentawai, dan lain-lain.

Di sisi lain, komentator yang setuju menyebutkan Padang telah mewakili Sumbar, jika memang orientasi perumusan slogan pariwisata adalah menyasar sebanyak-banyaknya turis mancanegara untuk berkunjung ke Sumbar. Terlebih di era digital, lewat bantuan teknologi internet, kata Padang meroket jauh lebih terkenal dibanding Sumbar, atau bahkan Minangkabau.

“Jangan hanya sekadar mengkritik Taste of Padang, tapi juga harus berani memberi usulan yang solutif, dengan dasar kajian,” terang Nasrul Abit, usai menghadiri sosialisasi temu karya mutu dan produktivitas nasional XXI (TKMPN) dan Internasional Quality Produktivitas Convetion (IQPC) 2017 di Hotel Kryad Bumiminang Padang, Senin (27/11).

Ditegaskan Wagub, meski pun penetapan slogan Taste of Padang sudah merupakan kesepakatan, tetap tidak tertutup kemungkinan untuk mengevaluasi slogan tersebut.

“Kalau memang ada masukan dari kawan-kawan, kalau itu perlu dievaluasi, ya kita evaluasi. Ini semua kan difasilitasi pusat. Digelar FGD di sini, diundang kabupaten/kota, diundang pakar-pakar, ada yang tidak datang, tapi mereka ikut komentar. Harusnya datanglah saat FGD, gunanya kan untuk menampung kalau ada pendapat. Kalau memang harus diubah, ya kita ubah. Tidak ada masalah," kata Nasrul.

Namun, Nasrul juga mengingatkan, tujuan perumusan slogan pariwisata Sumbar semata-mata untuk promosi daerah. Sehingga, jangan sampai semangat kebersamaan dalam memajukan kepariwisataan di Sumbar menjadi pudar karena komentar-komentar terkait slogan Taste of Padang semata.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Pemko Pariaman Lakukan Pengamanan Aset Daerah

Sabtu, 21 Mei 2022 | 21:48 WIB

Volume Sampah Kota Pariaman Alami Peningkatan

Sabtu, 21 Mei 2022 | 18:17 WIB
X