PKL Pindah ke Jalan Lama, Kelok Sembilan Harus Steril

- Jumat, 25 Mei 2018 | 11:25 WIB

Pemerintah lintas instansi menyepakati upaya sterilisasi dan relokasi pedagang di sepanjang Kelok Sembilan. Kesepakatan itu tertuang dalam rencana jangka pendek yang akan dilaksanakan menjelang Lebaran, dan rencana jangka panjang yang ditargetkan tuntas setidaknya pada 2020.

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Kesepakatan upaya bersama itu diputuskan pascarapat gabungan yang dipimpin oleh Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar. Ada sekitar 160 pedagang yang akan dipindahkan ke jalan lama. Ditarget, sepekan menjelang Lebaran, pemindahan tuntas dilaksanakan.

Rapat itu diikuti Asisten 1 Setdakab 50 Kota, BPJN Sumbar, Dinas PU/PR Sumbar, Kepala Dinas UMKM Sumbar, Kaban Kesbangpol Sumbar, Kepala BKSDA Sumbar, Wadirlantas Polda Sumbar, Kapolresta Payakumbuh, perwakilan Dinas Satpol PP Sumbar, dan perwakilan intansi terkait lainnya. "Salah satu yang disekapati adalah pembentukan tim terpadu percepatan sterilisasi Kelok Sambilan.

Ada solusi jangka pendek yang harus dilaksanakan minimal sepekan jelang Lebaran. Bentuknya adalah pemindahan sekitar 160 pedagang ke lokasi sementara di jalan lama. Senin depan, tim akan turun untuk memfinalkan rencana ini," kata Nasrul Abit, Kamis (24/5).

Dalam upaya pemindahan, Wagub meminta pemerintah baik provinsi maupun kabupaten saling berkoordinasi sehingga pekerjaan dapat terlaksana dengan baik. Sementara itu, para pedagang dan masyarakat setempat diimbau untuk paham bahwa yang diupayakan pemerintah adalah pemindahan, bukan penggusuran.

"Pemindahan ke tempat sementara, kondisinya tentu tidak sebaik di tempat saat ini. Tapi kita dalam keadaan darurat karena pemerintah pusat meminta segera dilakukan sterilisasi. Makanya, kita cari jalan terbaik agar aktivitas ekonomi pedagang tetap berjalan," katanya lagi.

Sedangkan untuk jangka panjang, pemerintah provinsi akan segera mengajukan surat kepada Dirjen Cipta Karya Kementerian PU/PR, agar bersedia menanggung pendanaan proyek pembangunan kedai permanen bagi 160 pedagang tersebut. Diperkirakan, pembangunan tersebut membutuhkan anggaran setidaknya Rp52 miliar.

"Nanti kita coba ajukan ke pusat. Paling tidak 2020 nanti sudah tuntas pembangunannya. Sedangkan yang jangka pendek, untuk lapak sementara masyarakat, agar memanfaatkan sebagian material dari lapak saat ini. Sehingga pemerintah cukup membantu subsidi saja. Tidak mungkin menanggung seluruhnya, terkendala karena tidak masuk mata anggaran," tukas Nasrul.

Berdasarkan paparan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar Erly Sukrismanto, terdapat enam poin langkah jangka pendek yang akan ditempuh, untuk membersihkan Kelok Sembilan dari aktivitas perdagangan jelang libur Lebaran 2018. Diawali dengan penertiban di jembatan layang, yang kemudian pedagang dipindahkan ke bawah (tepi jalan yang lama).

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Wabup Agam dan 350 ASN Jalani Vaksinasi Dosis Kedua

Senin, 2 Agustus 2021 | 23:41 WIB

Sumbar Menuju Nagari Tageh Bidang Hukum

Senin, 2 Agustus 2021 | 23:35 WIB

Keluarga Berperan Antisipasi Penyebaran Covid-19

Senin, 2 Agustus 2021 | 21:17 WIB
X